Harga Emas Dunia Anjlok Tajam! Investor Panik Beralih ke Dolar dan Aset Safe Haven

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, menyebut bahwa tekanan tambahan juga datang dari para spekulan yang berusaha menutupi margin akibat volatilitas pasar dan rendahnya likuiditas perdagangan.

BACA JUGA:Indonesia Lolos ke Piala Dunia U-17 2025! Ini Daftar Negara yang Siap Tempur di Qatar

Saham global pun ikut terguncang setelah muncul kabar palsu mengenai penangguhan tarif impor oleh pemerintahan Trump, yang langsung dibantah oleh Gedung Putih.

Sementara itu, pasar memperkirakan penurunan suku bunga Federal Reserve (The Fed) sebesar 120 basis poin hingga akhir tahun. Peluang pemangkasan suku bunga pada Mei mendatang diperkirakan mencapai 37 persen.

Secara teori, suku bunga rendah biasanya meningkatkan minat terhadap emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga, namun dianggap sebagai pelindung nilai saat ekonomi tidak stabil.
Emas Pernah Cetak Rekor Tertinggi, Apakah Akan Bangkit Lagi?

Meski saat ini menurun, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 3.167,57 per ons pada Kamis pekan lalu. Kenaikan itu didorong oleh gelombang besar permintaan dari bank sentral global dan lonjakan minat terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik.

Namun kini, pelaku pasar cenderung waspada terhadap kombinasi antara perlambatan ekonomi global, inflasi tinggi, dan konflik dagang berkepanjangan yang membayangi stabilitas ekonomi dunia.
Logam Mulia Lain Ikut Terkoreksi