Secara teori, suku bunga rendah biasanya meningkatkan minat terhadap emas, karena logam mulia ini tidak menghasilkan bunga, namun dianggap sebagai pelindung nilai saat ekonomi tidak stabil.
Emas Pernah Cetak Rekor Tertinggi, Apakah Akan Bangkit Lagi?
Meski saat ini menurun, harga emas sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 3.167,57 per ons pada Kamis pekan lalu. Kenaikan itu didorong oleh gelombang besar permintaan dari bank sentral global dan lonjakan minat terhadap aset safe haven di tengah ketegangan geopolitik.
Namun kini, pelaku pasar cenderung waspada terhadap kombinasi antara perlambatan ekonomi global, inflasi tinggi, dan konflik dagang berkepanjangan yang membayangi stabilitas ekonomi dunia.
Logam Mulia Lain Ikut Terkoreksi
Perak spot naik tipis 0,5% ke US$ 29,71 per ons, usai sempat menyentuh titik terendah dalam tujuh bulan.
Platinum spot turun 1% menjadi US$ 907,09 per ons.
Palladium juga tertekan, melemah 0,9% ke level US$ 903,19 per ons.
Meski begitu, analis meyakini prospek jangka panjang emas dan logam mulia lainnya tetap cerah. Kebijakan suku bunga The Fed, arah ekonomi AS-China, dan tensi geopolitik global akan menjadi faktor kunci penentu arah pergerakan harga emas ke depan.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







