Meski perayaan Idulfitri jemaah tarekat Syattariyah Abu Habib Muda Seunagan kerap berbeda dengan mayoritas umat Islam di Aceh, hal ini tidak menimbulkan polemik di masyarakat.
Bupati Teuku Raja Keumangan mengimbau para jemaah yang telah merayakan Idulfitri agar tetap menghormati umat Islam lain yang masih menjalankan ibadah puasa Ramadan. Hal ini penting demi menjaga persatuan dan keharmonisan di Aceh.
Dengan perbedaan yang ada, diharapkan toleransi dan saling menghormati tetap menjadi landasan utama dalam menjalankan ibadah dan kehidupan bermasyarakat.(Wartabanjar.com/Beritasatu.com)
editor: nur muhammad







