WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mengeluarkan imbauan tegas agar seluruh lapisan masyarakat dan pihak terkait dapat menahan diri serta menjaga kondusivitas situasi pasca-penertiban atribut bendera Bulan Bintang di wilayah Aceh. Langkah penertiban ini memicu respons beragam di tengah masyarakat, sehingga DPR memandang perlu adanya seruan untuk mendinginkan suasana guna mencegah terjadinya gesekan yang tidak diinginkan di Bumi Serambi Mekkah.
Anggota Komisi I DPR RI, Dave Laksono, meminta semua pihak untuk mengedepankan sikap dewasa dan tidak terpancing emosi dalam menyikapi langkah-langkah penegakan aturan tersebut. Dave menekankan bahwa stabilitas keamanan nasional dan persatuan bangsa harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan sektoral. Ia berharap masyarakat tetap tenang dan mempercayakan penyelesaian masalah ini kepada koridor hukum serta komunikasi politik yang berlaku antara pusat dan daerah.
Dave Laksono menilai bahwa dialog adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan perbedaan persepsi mengenai penggunaan simbol-simbol daerah. Menurutnya, koordinasi yang intensif antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh sangat krusial agar tidak terjadi kesalahpahaman di tingkat akar rumput. Ia mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk turut membantu memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada warga guna menjaga perdamaian yang telah lama terbina.
Selain itu, Dave juga mengingatkan agar aparat penegak hukum di lapangan tetap bertindak secara humanis dan sesuai prosedur operasional standar dalam menjalankan tugas penertiban. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang persuasif agar tindakan tersebut tidak dipersepsikan secara keliru sebagai bentuk intimidasi, melainkan sebagai upaya penegakan regulasi negara yang sah dan berdaulat. Keutuhan NKRI, menurut Dave, harus tetap dijaga dengan semangat gotong royong.





