Fenomena ini menuai berbagai reaksi dari warganet. Sebagian besar mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam beribadah, sementara yang lain mempertanyakan aspek lalu lintas dan ketertiban umum akibat ramainya jamaah di jalanan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi apakah kebiasaan ini berlangsung setiap hari selama bulan Ramadan atau hanya terjadi pada momen tertentu, seperti saat kedatangan penceramah kondang.
Bagaimana menurut Anda? Apakah tradisi ini perlu mendapat pengaturan lebih lanjut? (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







