Metode tradisional ini melibatkan pengemasan kurma dengan sirup alami ke dalam cetakan, sehingga menghasilkan kuliner berbentuk blok yang padat dan beraroma.
Proses ini meningkatkan rasa manis dan memperpanjang masa simpan, sehingga menjadikannya makanan pokok yang nyaman.
“Kurma peras sering dinikmati selama Ramadan, pertemuan keluarga, dan acara-acara khusus, yang melambangkan kelimpahan dan keramahtamahan. Kurma ini sangat cocok dipadukan dengan kopi Arab, menyeimbangkan rasanya yang kaya dan sedikit pahit,” ujar Taste Atlas lagi. (yayu)
View this post on Instagram
Editor: Yayu







