Kasubdit Pesantren Salafiyah dan Kajian Kitab Kuning, Yusi Damayanti, menambahkan bahwa petunjuk teknis ini dirancang untuk memperkenalkan lingkungan pesantren, mulai dari asrama, masjid, ruang kelas, dapur, hingga fasilitas pendukung lainnya. Hal ini diharapkan dapat membuat para santri merasa nyaman dan memahami lokasi aktivitas mereka di pesantren.
Lebih lanjut, juknis ini juga bertujuan untuk:
- Mengenalkan nilai-nilai moderasi beragama: Menumbuhkan budaya inklusif, ramah, anti kekerasan, anti perundungan, anti pelecehan seksual, dan menghargai harkat serta martabat manusia.
- Mendorong pola hidup bersih, sehat, dan halal: Mengembangkan sikap disiplin, tanggung jawab, serta mental mandiri yang berprestasi.
- Membangun rasa bangga terhadap pesantren: Menanamkan nilai-nilai keislaman yang membuat santri mencintai dan menjaga nama baik pesantren.
- Memperkenalkan metode pembelajaran khas pesantren: Seperti sistem sorogan, bandongan, dan halaqah yang berbeda dengan sistem pembelajaran di sekolah umum.
- Masa ta’aruf akan membantu santri memahami metode tersebut agar mereka dapat mengikuti pelajaran dengan lebih mudah.
Dengan diterapkannya juknis ini, diharapkan proses adaptasi santri baru tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan pesantren yang kondusif untuk pengembangan karakter dan prestasi akademik.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







