WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Rekaman tentang reaksi Charles terhadap kelahiran anak keduanya, Pangeran Harry, bocor ke publik. Rupanya kejadian kala itu menjadikan Putri Diana sakit hati terhadap suaminya itu. Putri Diana memiliki sejumlah rasa dendam dan sakit hati pada suaminya, Charles yang kini menjadi Raja Inggris. Reaksi Charles saat mengetahui kondisi fisik Harry kala itu membuat Putri Diana sakit hati, bahkan mengingatkannya terhadap trauma masa kecilnya, dimana ia seakan dianggap anak yang tak diharapkan. Charles kala itu dilaporkan berkomentar pedas terkait kelahiran Harry. Hal itu diketahui saat sebuah rekaman audio milik mendiang Putri Diana bocor ke publik baru-baru ini. Rekaman itu diberikan Diana kepada Andrew Morton, yang menggunakannya untuk menulis biografi mantan Putri Wales tersebut. Dari rekaman itu, terungkap komentar pedas Charles terhadap fisik anaknya, yaitu rambut merah Harry yang tak disukainya. Dia juga kecewa karena jenis kelamin anaknya tak sesuai harapannya, yaitu ia menginginkan anak perempuan namun ternyata yang lahir laki-laki. BACA JUGA: Banjir Besar Rendam Kapuas Selama 4 Hari, 250 Rumah Terendam dan Ratusan Warga Mengungsi "Ya Tuhan. Anak laki-laki, dan dia bahkan berambut merah!," seru Charles dalam rekaman tersebut dikutip Sabtu (7/3/2025). Rekaman yang sebelumnya tak pernah diungkap ke publik itu disebut merinci hubungan antara Diana dan Charles. Penulis King Christopher Andersen kemudian menuturkan pada Fox News bahwa ia mendengarkan berjam-jam isi rekaman itu selama beberapa dekade, mengungkap lebih banyak rahasia yang telah direkam Diana. Andersen kemudian mengatakan bahwa rekaman itu seperti sebuah 'pengingat yang selalu menghantui' soal perjuangan Diana saat menikah dengan Charles yang belum naik takhta saat itu. Diana Tertekan Hidup di Istana Menurut Andersen, Putri Diana disebutnya mengalami sakit hati yang luar biasa dan tekanan selama menjadi anggota keluarga Kerajaan Inggris. Hal ini karena Diana menghadapi Kerajaan Inggris yang dikatakan selalu berupaya untuk menggagalkan setiap langkah Diana. "Diana mengalami sakit hati yang luar biasa. Dia berhadapan dengan institusi berusia seribu tahun yang bertekad untuk menggagalkan setiap langkahnya, dan tekanan yang dirasakannya benar-benar dapat didengar dalam suaranya," ungkap Andersen. Charles Kerap Keluhkan Jenis Kelamin dan Warna Rambut Harry Meski diduga mengalami tekanan besar, Andersen mengungkap bahwa Diana dan Charles bersikap 'lebih sopan' selama kehamilan kedua Diana, lantaran keduanya menduga bahwa perempuan berjulukan Lady Di akan melahirkan seorang anak perempuan. Andersen menyebut bahwa satu-satunya alasan Charles sangat bahagia dengan kehamilan kedua Diana adalah karena ia yakin istrinya saat itu tengah mengandung seorang anak perempuan. Charles disebut ingin memiliki anak perempuan usai dikaruniai Pangeran William yang menjadi pewaris takhta. "Dia (Charles) menginginkan seorang anak perempuan untuk melengkapi keluarga," ungkap Andersen. Charles dikatakan sangat yakin bahwa ia akan memiliki seorang anak perempuan, bahkan menolak untuk melihat hasil USG, namun Diana melakukan tes USG dan mengetahui jenis kelamin anaknya ternyata tak sesuai harapan suaminya. Ia memutuskan untuk tak memberi tahu Charles soal jenis kelamin anak kedua mereka. Hal ini karena hubungan Charles dan Diana jauh lebih dekat dari sebelumnya saat sang putri tengah mengandung Harry, namun usai anak kedua mereka lahir, Charles disebut mengeluh soal jenis kelamin anak keduanya, dan berkomentar juga soal warna rambut Harry. "Calon Raja itu mengeluh bukan hanya sekali, tetapi beberapa kali bahwa Harry tidak hanya 'anak laki-laki biasa' tetapi juga memiliki rambut yang 'berkarat' (warna merah)," tutur Andersen. Diana dilaporkan merasa sangat 'hancur' mengetahui reaksi Charles kala itu. Lewat rekaman tersebut, Diana juga mengungkap bahwa hal itu telah membuat pernikahannya hancur. Trauma Masa Kecil Andersen juga mengungkapkan bagaimana momen tersebut mengingatkan Diana tentang masa kecilnya, yaitu orang tua Diana kecewa karena ia terlahir sebagai perempuan. "Dia tumbuh dengan mengetahui bahwa orang tuanya sangat kecewa padanya. Hal itu membuat Diana merasa tidak diinginkan dan tidak dicintai sejak awal," jelas Andersen. (berbagai sumber) Editor: Yayu