Ratusan Kepala Sekolah SMA/SMK Jabar Terancam Dicopot! Gegara Study Tour ke Luar Provinsi

Salah satu kasus yang mencuat adalah di SMAN 1 Cianjur. Kepala sekolahnya, Agam Supriyatna, telah dinonaktifkan sementara. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Gubernur melalui unggahan video di Instagram. Dalam video tersebut, Dedi mengungkapkan bahwa Inspektorat telah diterjunkan ke SMAN 1 Cianjur untuk menyelidiki pemberangkatan ratusan siswa ke Bali.

“Dua hari lalu, kami mengirim tim Inspektorat ke Cianjur. Setelah pemeriksaan, kepala sekolah SMAN 1 Cianjur akhirnya dinonaktifkan sementara demi investigasi lebih lanjut,” ujar Dedi dalam video yang diunggahnya pada Rabu (27/2/2025) lalu.

Dedi menambahkan bahwa pemantauan ketat akan terus dilakukan terhadap SMA/SMK di seluruh Jawa Barat. Hal ini bertujuan memastikan bahwa rekomendasi yang diberikan benar-benar objektif serta meringankan beban orang tua siswa.

Kepala Sekolah SMAN 1 Cianjur Buka Suara

Agam Supriyatna mengaku bahwa larangan study tour baru diterbitkan setelah para siswa sudah berangkat ke Bali. Sebelumnya, surat edaran hanya bersifat imbauan, sehingga masih bisa diinterpretasikan berbeda.

“Larangan baru keluar pada 20 Februari, sedangkan siswa kami sudah berangkat pada 18 Februari. Sebanyak 300 siswa tetap melanjutkan perjalanan dengan biaya sekitar Rp3,5 juta per orang,” jelasnya.

Meski demikian, Agam menegaskan bahwa pihak sekolah siap memberikan klarifikasi kepada Pemprov Jawa Barat terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kami akan patuh terhadap arahan pemerintah dan siap memberikan penjelasan lebih lanjut kepada Dinas Pendidikan,” pungkasnya.

Dengan investigasi yang terus bergulir, masa depan ratusan kepala sekolah di Jabar kini dipertaruhkan. Apakah sanksi berat akan dijatuhkan? Kita tunggu kelanjutan kasus ini!(Wartabanjar.com/berbagai sumber)

editor: nur muhammad