WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Sejumlah tersangka telah resmi ditetapkan dalam berbagai kasus korupsi besar yang mengakibatkan kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah. Para pelaku, yang terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi, tidak hanya menguras kas negara tetapi juga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan perekonomian nasional. Berikut adalah deretan kasus korupsi besar dan para tersangka yang terlibat:
1. Korupsi PT Timah (Kerugian: Rp300 Triliun)
Kasus tata niaga timah yang melibatkan PT Timah Tbk diperkirakan telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp300 triliun. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat mengungkap bahwa praktik pembelian bijih timah dari penambangan ilegal merupakan modus utama dalam kasus ini.
Nama-nama Terlibat:
- Mochtar Riza Pahlevi Tabrani: Direktur Utama PT Timah (2016-2021)
- Emil Ermindra: Direktur Keuangan PT Timah (2017-2018)
- Alwin Albar: Direktur Operasi Produksi PT Timah (2017-2021)
- Tamron Tamsil: Beneficial Owner CV Venus Inti Perkasa (VIP)
- Toni Tamsil: Adik Beneficial Ownership CV VIP
- Hasan Thjie alias Ashin: Direktur Utama CV VIP
- Kwang Yung alias Buyung: Mantan Komisaris CV VIP
- Achmad Albani: Manajer Operasional Tambang CV VIP
- Suparta: Direktur Utama PT RBT
- Reza Ardiansyah: Direktur Pengembangan Usaha PT RBT
- Rosalina: General Manager PT Tinido Inter Nusa
- SG alias AW, MBG: Pengusaha di Bangka Belitung
- Robert Indarto: Direktur PT Sariwiguna Bina Sentosa
- Helena Lim: Pengusaha dan Manajer PT QSE
- Harvey Moeis: Pengusaha
2. Korupsi Pertamina Patra Niaga (Kerugian: Rp193,7 Triliun)
Dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) periode 2018-2023, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun. Kasus ini mencakup praktik pengoplosan bahan bakar dan markup dalam pengadaan impor minyak.
Nama-nama Terlibat:
- Riva Siahaan: Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga
- Sani Dinar Saifuddin: Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional
- Yoki Firnandi: Direktur Utama PT Pertamina International Shipping
- Agus Purwono: VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional
- Muhammad Kerry Andrianto Riza: Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa
- Dimas Werhaspati: Komisaris PT Navigator Khatulistiwa dan Komisaris PT Jenggala Maritim
- Gading Ramadhan Joedo: Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur PT Orbit Terminal Merak
- Maya Kusmaya: Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga
- Edward Corne: VP Trading Produk Pertamina Patra Niaga
3. Kasus BLBI (Kerugian: Rp138,44 Triliun)
Skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) merupakan salah satu kasus korupsi terbesar di Indonesia. Perkiraan kerugian negara mencapai Rp138,44 triliun akibat penyalahgunaan dana talangan pasca-krisis moneter 1997-1998 oleh sejumlah bank penerima.
Nama-nama Terlibat:
- Syafruddin A Tumenggung: Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)
- Sjamsul Nursalim & Itjih Sjamsul Nursalim: Pemegang Saham Pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI)
- Artalyta Suryani: Pengusaha
4. Penyerobotan Lahan PT Duta Palma Grup (Kerugian: Rp78 Triliun)
Kasus ini berkaitan dengan alih fungsi lahan secara ilegal di Riau untuk perkebunan kelapa sawit yang dilakukan oleh PT Duta Palma Group. Perampasan tanah negara tanpa izin resmi mengakibatkan kerugian hingga Rp78 triliun.







