“Itu juga memang ada kuotanya tersendiri ya. Karena jumlah orang buka puasa di sana sangat banyak,” sambungnya.
BACA JUGA: UPDATE Kebakaran di Komplek AMD Permai di Banjarmasin, ini Penuturan Warga
Meski demikian, Menag mengakui jumlah ini belum dapat menjangkau seluruh masyarakat muslim di Indonesia.
“Kita berterima kasih kepada Pemerintah Saudi Arabia, yang setiap tahun, meskipun sedikit dibandingkan jumlah penduduk Indonesia, tapi itu merupakan suatu tanda cinta bahwa persahabatan antara dua negara. Sangat mengesankan. Cuma kita tidak bisa menjangkau semuanya karena ini kan hanya 100 ton, itu kalau untuk Jakarta aja ga cukup, apalagi ke daerah-daerah yang lain,” kata Menag Nasaruddin.
Belum lagi, lanjut Menag, di tahun sebelumnya bantuan kurma tiba di Jakarta pada pertengahan Ramadan, maka pendistribusian ke daerah seringkali terkendala.
“Nah sekarang kan datang lebih awal ya. Jadi kita kesempatannya bisa memberikan ke tempat yang lebih jauh dibanding sebelumnya. Bisa ke luar Jakarta juga. Apalagi kalau di daerah itu ada yang sudah bersedia menjemputnya. Karena kan ini juga kalau dikirim ke daerah-daerah tertentu, jangan-jangan ongkos kirimnya lebih daripada harga kurmanya,” kata Menag menambahkan. (berbagai sumber)
Editor: Yayu







