Menurutnya, faktor ekonomi menjadi alasan utama peralihan ini. Harga getah karet yang cenderung fluktuatif juga membuat petani semakin berpikir ulang untuk mempertahankan perkebunan karet mereka.
“Di tambah lagi prodoktivitas karet beberapa tahun terkahir turun drastis, itulah yang menyebabkan kami lebih memilih kelapa sawit,” katanya.
Tapi, kata Diki, untuk menanam sawit memerlukan modal yang cukup besar.
“Walaupun modalnya cukup besar, tapi lebih menjanjikan dibandingkan karet,” tutupnya.
(Alfi)
Editor Restu







