Ia memaparkan lagi, jasad remaja tersebut kali pertama ditemukan oleh warga yang kebetulan sedang berada di lokasi kejadian.
“Jasadnya itu hanyut terbawa arus sungai, dan ditemukan oleh 2 orang warga yang sedang menjala ikan di lokasi tersebut,” papar Suyatno, di depan RS Bhayangkara Banjarmasin.
Lebih lanjut, ungkap Suyatno, saat diperiksa oleh pihak inafis, diduga ada tindak kekerasan pada tubuh remaja tersebut.
“Karena terlihat tangan itu sepertinya patah, dan ada luka pada bagian telapak tangan sebelah kiri, dan juga perut sebelah kanan itu luka, diduga karena benda tajam,” kata Suyatno.
Oleh sebab itu pihaknya diminta membawa jenazahnya ke RS Bhayangkara, karena tim inafis dan keluarga ingin tubuh remaja tersebut diotopsi. (Iqnatius)
Editor: Yayu







