“Kita mengalihkan cuaca hujan ke beberapa titik yang tidak membahayakan, salah satunya di laut agar curah hujan yang terjadi di daratan berkurang,” tambah Agus.
Operasi modifikasi cuaca berlangsung
dua hari, dimulai dari Rabu (29/1/2025) hingga hari ini Kamis (30/1).
Pihak BMKG kemudian akan melakukan evaluasi apakah diperlukan kembali modifikasi cuaca di Kalsel atau tidak.
“Perlu evaluasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), apakah
operasi ini cukup atau diperpanjang. Ini jadi evaluasi,” imbuhnya.
Dijelaskannya operasi modifikasi cuaca memiliki efektivitas 70 persen untuk
mengurangi curah hujan. (humas)
Editor Restu







