7 Fakta Kebakaran Dahsyat Los Angeles: dari Penjarahan, Korban Tewas hingga Kerugian Fantastis
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, LOS ANGELES – Kebakaran besar yang melanda Los Angeles, California, Amerika Serikat, terus memburuk di hari ketujuh sejak api pertama kali berkobar pada Selasa (7/1/2025). Bencana ini telah menelan korban jiwa, menghancurkan ribuan bangunan, dan memaksa puluhan ribu warga mengungsi.
1. Korban Jiwa dan Hilang Terus Bertambah
Hingga kini, 24 orang dilaporkan tewas, dengan 16 korban berasal dari kawasan Palisades dan 8 lainnya dari Eaton. Selain itu, 16 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk 12 warga Eaton dan 4 dari Palisades.
Sheriff Los Angeles, Robert Luna, memperingatkan bahwa jumlah korban bisa terus meningkat. “Tim anjing pelacak terus bekerja di area yang terdampak parah,” ujarnya.
2. Angin Santa Ana Memperparah Kebakaran
Badan Cuaca Nasional AS memprediksi angin Santa Ana, yang terkenal kering dan berbahaya, akan kembali bertiup mulai Minggu (12/1/2025). Dengan kecepatan hingga 96 km/jam, angin ini diperkirakan mempercepat penyebaran api.
“Besok malam menjadi puncaknya,” ujar Dennis Burns, analis kebakaran.
3. Kerusakan Meluas hingga 160 Km²
Hingga kini, kobaran api telah melalap area seluas 160 kilometer persegi, melampaui luas kota San Francisco yang hanya 129 kilometer persegi. Kawasan Palisades dan Eaton menjadi yang paling terdampak, mencakup 153 kilometer persegi dari total area terbakar.
4. Ribuan Bangunan Hancur, Puluhan Ribu Mengungsi
Sebanyak 12.300 bangunan, termasuk rumah selebriti seperti Paris Hilton, telah hancur. Lebih dari 105.000 warga diwajibkan mengungsi, sementara 87.000 lainnya diberi peringatan evakuasi.
“Ini adalah bencana alam terburuk dalam sejarah Amerika Serikat,” kata Gubernur California, Gavin Newsom.
5. Kerugian Capai Rp 2.448 Triliun
Layanan prakiraan cuaca AccuWeather memperkirakan total kerugian mencapai 150 miliar dolar AS (sekitar Rp 2.448 triliun), mencakup kerusakan properti, kerugian ekonomi, dan biaya pemadaman kebakaran.
6. Penjarahan di Tengah Bencana
Di tengah tragedi, penjarahan justru marak terjadi di zona evakuasi. Sebanyak 29 pelaku ditangkap, dua di antaranya menyamar sebagai petugas pemadam kebakaran untuk mencuri. Untuk mencegah kejadian serupa, 1.000 anggota Garda Nasional telah dikerahkan.
7. Upaya Pemadaman Besar-Besaran
Sebanyak 14.000 petugas pemadam kebakaran dengan 84 pesawat dan 1.354 truk dikerahkan untuk memadamkan api. Mereka bahkan menggunakan air dari Samudera Pasifik yang dicampur bahan kimia untuk menekan laju penyebaran api.
“Kami siap menghadapi tantangan angin kencang,” kata Kepala Pemadam Kebakaran Los Angeles, Anthony C Marrone.
Tragedi ini menjadi pengingat akan betapa besarnya dampak bencana alam, yang tak hanya merenggut nyawa tetapi juga meluluhlantakkan kehidupan ribuan orang. Los Angeles kini tengah berjuang untuk bangkit dari kehancuran yang luar biasa.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor : nur muhammad