Selain benih ikan, Polda Kalsel juga membagikan 150 paket sembako yang berisi bahan pangan seperti beras, tepung terigu, kopi, minyak goreng, mie instan, susu, teh, gula, dan sarden.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Kalsel menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor untuk menangani kasus stunting di Kalimantan Selatan. Bersama Bhayangkari, Polda Kalsel berhasil menggalang dana lebih dari Rp 1 miliar dalam tiga bulan untuk mendukung kegiatan bakti sosial, termasuk bantuan bagi anak stunting.
“Dana ini merupakan hasil sumbangan sukarela seluruh anggota Polri di Kalsel. Kami harap program ini dapat terus berlanjut demi menekan angka stunting,” ungkapnya.
Dihadiri Sejumlah Tokoh dan Pejabat
Kegiatan ini dihadiri berbagai tokoh penting, seperti Ketua Bhayangkari Daerah Kalsel, Wakapolda Kalsel, Irwasda Polda Kalsel, Pejabat Utama Polda Kalsel, serta pengurus Bhayangkari. Hadir pula Wali Kota Banjarmasin, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Kepala Dinas PPPAKB Provinsi Kalsel, Kepala BKKBN Provinsi Kalsel, dan Danramil Banjarmasin Utara.
Langkah Polda Kalsel ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Aksi nyata berupa bantuan pangan, bibit ikan, dan penanganan stunting menunjukkan komitmen kepolisian dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan daerah.(Wartabanjar.com/Thania Ang)
editor: nur muhammad







