HUT ke 65, Pemkab Batola Sampaikan Sejumlah Pencapaian Kinerja Selama 2024

WARTABANJAR.COM, MARABAHAN-Kabupaten Barito Kuala merayakan hari jadinya ke 65 pada 4 Januari 2025 lalu.

Berbagai pencapaian kinerja berhasil diraih oleh Pemerintah Kabupaten Barito Kuala selama 2024, berikut ini rinciannya, berdasarkan laporan dari Pemkab Batola:

Indeks Pembangunan Manusia (IPM)

  • Nilai Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2022 67,37, di 2023 nilai IPM meningkat menjadi 70,67, berada pada kategori tinggi.
  • Tahun 2024 IPM Kabupaten Barito Kuala diproyeksikan menjadi 72,42.

Pertumbuhan Ekonomi

  • Lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi lapangan usaha utama di dalam aktivitas perekonomian Kabupaten Barito Kuala, dimana peranan lapangan usaha ini membentuk PDRB Kabupaten Barito Kuala sebesar 26,48 persen di tahun 2022. Pada Tahun 2023 Kabupaten Barito Kuala mengalami pertumbuhan yang positif yaitu 3.91%. PADA TAHUN 2024 PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN BARITO KUALA DIPROYEKSIKAN NAIK MENJADI 5,00.

Pendapatan Per Kapita

  • PDRB per kapita merupakan suatu ukuran pendapatan yang dapat dianggap menggambarkan tingkat pendapatan tiap penduduk pada suatu daerah. PDRB per Kapita Kabupaten Barito Kuala pada tahun 2022 sudah mencapai Rp 30,68 Juta/kapita. Meningkatnya PDRB per kapita melampaui angka tahun sebelumnya cukup unik di tengah pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan secara global, regional maupun lokal dimana pertumbuhan ekonomi. Tahun 2023, pendapatan per kapita Kabupaten Batola diproyeksikan naik menjadi 32,39 juta/per kapita.

Gini Rasio

  • Gini rasio atau indeks gini merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat kesenjangan pendapatan antar penduduk dalam suatu daerah. Indeks gini di Kabupaten Barito Kuala untuk tahun 2022 mencapai 0,23, di 2023 naik menjadi 0,31.

BACA JUGA: Waspada! Potensi Pasang Air Laut Maksimum Hingga 2,8 Meter di Sungai Barito & Kotabaru, Waspada Dampaknya

Pengendalian Inflasi

Upaya Yang Telah Dilakukan Dalam Pengendalian Inflasi (sesuai strategi 4K):

K1  KETERJANGKAUAN HARGA

  • Melaksanakan Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah

K2  KETERSEDIAAN PASOKAN

  • Pengembangan Benih Padi Unggul Lokal Varietas Siam Madu seluas 2.000 Ha
  • Pengembangan Cabai Besar serta Pengisian Lumbung Pangan Masyarakat di seluruh Kecamatan
  • Pengawalan terhadap tanaman padi seluas 105.905 Ha

K3 KELANCARAN DISTRIBUSI

  • Peningkatan Fasilitas Distribusi Pangan
  • Peningkatan Infrastuktur Jalan

K4 KOMUNIKASI EFEKTIF

  • Penguatan dan Perluasan Kerjasama antar Daerah
  • Peningkatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP)
  • Melaksanakan Sidak Pasar bersama satgas pangan
  • Melaksanakan Rapat koordinasi, HLM, Capacity Building tingkat Kabupaten dan Provinsi

Upaya Yang Akan dilakukan Dalam Pengendalian Inflasi :

1)Melaksanakan Kerjasama dengan biro ekonomi provinsi Kalimantan Selatan terkait optimalisasi Sistem Resi Gudang (SRG);

2)Melaksanakan Kerjasama dengan pihak swasta untuk kegiatan pasar murah agar bisa dilaksanakan disemua Kecamatan di Kabupaten Barito Kuala

3)Mengoptimalkan Kinerja anggota TPID dalam Monitoring harga bahan pokok di pasar tradisional, pasar modern dan retail;

4)Menambah luas areal tanam seluas 18.181 Ha

Layanan Publik

Jumlah layanan publik yang sudah ada SOP agar cepat, transparan dan adil sebanyak 126 layanan.

Pengangguran