WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Drakor When the Phone Rings baru saja tamat kemarin, Sabtu (4/1/2025) malam, namun ternyata episode terakhirnya memantik amarah pemirsanya, khususnya dari luar Korea.
Hal itu dikarenakan di episode terakhirnya yaitu episode 12 memuat adegan yang menyinggung genosida di Palestina oleh Israel.
Banyak pemirsa kemudian menduga pihak produksi drama ini “sengaja” menyisipkan pesan proganda Zionis Israel dan memutarbalikkan fakta tentang genosida dan penjajahan yang terjadi di Palestina.
Hal itu terdapat di adegan seorang pembaca berita saat membacakan berita tentang perang yang terjadi antara 2 negara fiktif bernama Paltima dan Izmael, disebutkan bahwa tentara negara Paltima menyandera turis asal Korea Selatan saat serangan udara dilancarkan ke Izmael.
Pembaca berita itu kemudian mengabarkan bahwa Pemerintah Korea Selatan turun tangan mengurusi pembebasan warganya yang ditawan tersebut.
Hal yang membuat pemirsa murka adalah saat berita dibacakan ada video ilustrasi ditayangkan di belakang pembaca berita yang kondisinya persis mirip dengan di Palestina dan Israel.
Menurut sejumlah netizen yang pernah membaca webtoon drama ini, tak ada kisah ini di versi webtoon-nya, sehingga mereka menduga adegan ini adalah tambahan dari tim produksi.
BACA JUGA: Leding di 5 Wilayah Kabupaten Banjar Bakal Mati Selasa 7 Januari 2025, Tampung Air Sejak Sekarang!
Hal ini kemudian memicu dugaan kuat juga bahwa tim produksi sengaja menyisipkan pesan propaganda Zionis Israel dengan memutarbalikkan faktan bahwa penjajah di sini adalah Palestina.
Mereka menduga bahwa nama negara Paltima tersebut adalah plesetan dari Palestina dan Izmael adalah Israel.
Faktanya, selama lebih dari setahun ini, khususnya sejak 7 Oktober 2023, pasukan Israel telah secara brutal dan tanpa henti mengebom Jalur Gaza.
Israel juga dituduh melanggar hukum internasional karena membatasi bantuan kemanusiaan ke jalur tersebut.
Pengacara internasional, dokter yang bekerja di Gaza, dan organisasi kemanusiaan telah berulang kali menyuarakan peringatan atas pelanggaran hak asasi manusia di Palestina dan mengecam Israel atas tindakan tersebut.
Penonton drama ini juga mengkritik drama Korea tersebut karena menggunakan penderitaan di Timur Tengah sebagai bagian dari cerita yang menurut mereka itu adalah perilaku tak pantas.







