“Wilayah-wilayah ini patut diwaspadai karena berpotensi menghadirkan gangguan terhadap pengguna transportasi,” jelas Syamsu Rizal.
Menanggapi potensi keterlambatan akibat cuaca ekstrem, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk bersabar jika terjadi delay dalam perjalanan. Hal ini demi keselamatan dan kenyamanan penumpang.
“Masyarakat juga diharapkan memantau informasi resmi dari kanal komunikasi Kemenhub atau instansi terkait lainnya untuk mendapatkan informasi valid tentang aktivitas angkutan Nataru,” tambahnya.
Syamsu Rizal menutup pernyataannya dengan harapan agar kelancaran dan keselamatan menjadi prioritas utama selama libur Nataru. Ia optimistis, masyarakat dapat menikmati perjalanan dengan aman dan nyaman.
“Semoga libur Nataru ini menjadi kenangan indah yang tak terlupakan bagi semua,” pungkasnya.(atoe/ip)
Editor Restu







