Jejak Kekejaman Rezim Bashar Assad Terkuak, Kuburan Massal Berisi 100 Ribu Korban

Kelompok hak asasi manusia menuding rezim Assad melakukan pembantaian terhadap para penentangnya, termasuk melalui eksekusi massal di sistem penjara yang brutal.

Baca juga:Rezim Terguling Suriah Eksis, Serang Pasukan Pemerintah Sementara dan Tewaskan 3 Pasukan

Perang saudara Suriah yang berlangsung lebih dari 13 tahun akhirnya berakhir setelah Damaskus dikuasai oleh pasukan pemberontak pada 8 Desember 2024 lalu. Assad dikabarkan melarikan diri ke Moskwa, Rusia. Saat ini, proses transisi pemerintahan tengah berlangsung secara damai di Suriah.

Moustafa, yang menyambangi Suriah setelah Assad melarikan diri, menyatakan bahwa jenazah-jenazah yang ditemukan merupakan korban penyiksaan hingga tewas di penjara-penjara rezim Assad.

Menurutnya, jenazah-jenazah tersebut dikumpulkan oleh intelijen Suriah dari rumah sakit militer, dimasukkan ke dalam peti kemas berpendingin, dan akhirnya dijejalkan ke lubang kuburan massal.

Ia juga mengungkapkan bahwa timnya telah mendapatkan pengakuan dari saksi, termasuk seorang sopir buldozer yang terlibat dalam penggalian lubang kuburan.

Sopir tersebut mengaku sering diperintahkan untuk memadatkan jenazah agar muat dalam lubang, lalu menimbunnya dengan tanah.

Baca juga:37 WNI Dievakuasi dari Suriah, KBRI Damaskus Jadwalkan Tiba di Tanah Air Besok

Penemuan kuburan massal Suriah ini menjadi pengingat akan kekejaman perang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun di negara tersebut dan dampak tragisnya terhadap kemanusiaan.(pwk)

Editor:purwoko