Dalam suratnya kepada polisi, Ben-Gvir menyebut tindakan ini sebagai alat pencegahan yang efektif untuk mengurangi gangguan, dengan menegaskan bahwa efeknya akan dirasakan oleh komunitas Muslim.
Keputusan ini memicu kritik tajam dari komunitas Arab di Israel, yang menyebutnya sebagai provokasi terhadap umat Muslim.
Para wali kota kota Arab menilai kebijakan ini dapat meningkatkan ketegangan dan memicu kerusuhan di masyarakat. Langkah ini juga dianggap memperburuk hubungan antara komunitas Yahudi dan Arab di negara itu. (berbagai sumber)
Editor: Erna Djedi













