Selain korban jiwa, kerusakan meluas di berbagai fasilitas umum, termasuk stadion tempat pertandingan berlangsung.
Perdana Menteri Guinea, Bah Oury, mengecam keras insiden ini melalui platform X. “Kami mengutuk kekerasan yang terjadi pada pertandingan antara tim Labe dan Nzerekore. Kami menyerukan masyarakat untuk tetap tenang dan memberi ruang bagi tenaga medis merawat yang terluka,” tulisnya.
BACA JUGA:Massa Pro-Palestina Bentrok Dengan Massa Tandingan Pro-Israel di UCLA
Turnamen Berbau Politik
Kerusuhan ini terjadi di tengah turnamen sepak bola yang digelar untuk menghormati pemimpin junta militer Guinea, Mamadi Doumbouya. Turnamen tersebut dipandang sebagai upaya memperkuat dukungan politik menjelang pemilihan presiden pada tahun 2025.
Insiden ini memunculkan sorotan tajam terhadap stabilitas sosial dan keamanan di Guinea, terutama menjelang momen-momen penting politik.(Wartabanjar.com/berbagai sumber)
editor: nur muhammad







