WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung sayembara penangkapan Harun Masiku. Seperti diketahui, Harun Masiku merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang hingga kini masih menjadi buronan KPK. KPK berharap masyarakat tertarik untuk mengikuti sayembara berhadiah senilai Rp8 miliar itu. Dengan keterlibatan masyarakat turut melakukan pencarian Harun yang sudah buron selama bertahun-tahun, peluang DPO (Daftar Pencarian Orang) itu tertangkap menjadi lebih besar. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat banyak yang tertarik ikut sayembara ini," kata Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur seperti dikutip Wartabanjar.com, Kamis (28/11/2024). Baca juga: Komisi VI Tinjau Kesiapan Pelayanan Bandara Soetta Jelang Nataru Menurut dia, sayembara itu menjadi dorongan moral bagi KPK untuk terus bekerja mencari Harun Masiku. Asep juga mendorong masyarakat luas untuk segera melapor kepada KPK jika mengetahui keberadaannya. Ara, panggilan Maruarar, menyediakan hadiah Rp8 miliar bagi siapa saja yang memiliki informasi atau bisa menangkap Harun Masiku. Menurut dia, sayembara ini digelar lantaran sudah lama tidak ada perkembangan mengenai upaya KPK menangkap Harun Masiku. "Ini inisiatif saya sebagai pribadi untuk memberi semangat kepada masyarakat," ujar Ara. Di sisi lain, dia mengaku mendapatkan respons positif atas sayembaranya itu. Baca juga: Naikkan Upah Minimum Nasional 6,5 Persen, Prabowo: Kita Terus Berjuang Perbaiki Seperti diketahui, Maruarar Sirait merupakan Menteri Perumahan dan Pemukiman era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ayahnya merupakan mantan politisi senior partai milik Megawati Soekarnoputri itu. Maruarar sendiri pernah menjabat sebagai anggota DPR RI di Komisi XI periode 2004-2009 dari Fraksi PDIP. Dirinya juga pernah menjadi Ketua Bidang Pemuda, Mahasiswa, dan Olahraga di DPP PDIP pada masa jabatan 2005-2010. Namun dirinya memutuskan hengkang dari PDIP untuk mengikuti jejak Presiden Joko Widodo yang juga memilih meninggalkan partai banteng moncong putih tersebut. Baca juga: Kemlu Pulangkan Puluhan WNI Yang Diduga Korban TPPO Setelah meninggalkan PDIP, Maruarar terlibat pemenangan Prabowo Subianto di Pilpres bulan Februari lalu. Hingga Prabowo terpilih dan dilantik menjadi Presiden, dirinya ditunjuk menjadi salah satu menteri. (Sidik Purwoko) Editor: Sidik Purwoko