Konsep ini tidak hanya tentang pembentukan lembaga baru, tapi juga tentang internalisasi nilai-nilai kolaboratif dalam kelompok tani dan Gapoktan.
“Dengan target masing-masing brigade menangani satu hektar lahan, Brigade Pangan diharapkan mampu menjalankan kegiatan bisnis pertanian dengan efisien, termasuk pemanfaatan peralatan pertanian modern seperti traktor dan pompa air. Melalui program ini, diharapkan optimalisasi lahan pertanian dapat tercapai,” ungkapnya.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian berkomitmen untuk menyelesaikan pembentukan brigade yang belum terdaftar, agar semua brigade dapat menerima bantuan untuk optimalisasi lahan.
“Dengan adanya kunjungan Menteri Pertanian, diharapkan program ini dapat semakin dikenal dan diimplementasikan dengan baik, khususnya dalam menarik perhatian milenial untuk terlibat dalam sektor pertanian,” pungkasnya. (MC Kalsel)
Editor Restu







