“Karena kita bisa mengukur kemampuan kita dalam membuat seni latte, dan juga menambah teman sesama barista yang lain,” ucap gadis yang berasal dari Desa Asam-asam, Kabupaten Tanah Laut itu.
Meskipun gugur di babak penyisihan, Astrid mengaku tidak menyesal lantaran dapat menambah ilmu dari kompetisi tersebut. Bahkan dirinya sudah mengikuti lomba serupa sebanyak dua kali.
“Meski gugur saya tetap semangat, karena untuk profesi ini memang saya suka, dan juga saya orangnya juga suka kopi,” sambungnya.
Baca juga: Setyo Budiyanto Jadi Ketua KPK Baru, Segini Perolehan Suaranya di Komisi III
Astrid berharap, ke depannya bisa lebih banyak lagi diadakan kompetisi atau event-event serupa.
“Jadi selain kita menjalani hobi yang juga sekaligus pekerjaan, kita juga bisa menantang diri kita untuk menjadi lebih baik lagi dalam membuat seni latte,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor: Sidik Purwoko







