Dikutip dari Antara, modifikasi ini juga dapat memberikan efek yang sama pada kadar glukosa dan fruktosa pada tomat yang diproduksi secara massal.
Hasilnya, para pemasok dapat menjual tomat yang lebih manis tanpa perlu khawatir akan penurunan berat buah atau hasil panen, menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature pekan ini.
Hasil penelitian ini meningkatkan kemungkinan untuk “menggunakan keberagaman genetik yang signifikan pada spesies liar, yang sebagian telah hilang pada varietas hasil budi daya, untuk meningkatkan kualitas varietas modern,” demikian disampaikan Christophe Rothan, seorang ahli biologi buah di Institut Penelitian Pertanian Nasional Prancis (French National Institute of Agricultural Research), dalam sebuah artikel opini.
Baca juga:Menteri Pertanian dan Menteri PU Siap Kolaborasi Soal Target Swasembada Pangan
Penelitian ini juga menandai kemajuan penting dalam “memahami bagaimana buah-buahan menghasilkan dan menyimpan gula,” menurut artikel tersebut. (pwk)
Editor: purwoko







