“Ini mempertegas jiwa patriotik dan nasionalisme sang Kolonel Anton sehingga sudah tepat ditetapkan sebagai ajudan presiden,” tuturnya.
“Kolonel Anton, yang saya kenal, tak cepat puas dengan kapasitas yang dimilikinya. Upaya pengembangan diri tanpa henti terus dilakukannya. Ini menunjukkan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara harus total dan cerdas,” tambah ngasman.
Kolonel Anton tercatat menyelesaikan S1 di Universitas Narotama, Surabaya. Setelah itu, Anton melanjutkan pendidikan S2 warfare studies di Air University, Alabama USA dan pendidikan S3 manajemen strategi di Universitas Hasanuddin dengan predikat cumlaude dan menjadi lulusan terbaik fakultas Program Doktor dengan IPK 4.00.
Saat ini Kolonel Anton tengah merampungkan dua program master untuk Strategi Perang di Universitas Pertahanan dan Manajemen Sumber Daya Manusia di Universitas Kristen Indonesia.
Baca juga:Praktisi Kesehatan Sebut Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Sebenarnya Untuk ini:
Secara militer, Kolonel Anton menempuh pendidikan yang cukup signifikan. Pendidikan tersebut adalah Sekolah Komando dan Kesatuan (Sekkau Angkatan ke-88) pada 2012, Sekolah Staf dan Komando (USA Air Command and Staff College) pada 2015, Sekolah Staf dan Komando TNI (Dikreg LII Sesko TNI 2024).
Sementara pendidikan singkat atau kursus yang pernah diikuti Kolonel Anton tak kalah memberikan keahlian yang lebih mumpuni. Pendidikan atau kursus tersebut adalah pelatihan G-fet di Singapura pada 2004 dan 2008, Armed Pilot And Fast Jet Crew Refresher Raaf Edinburgh dan 162 Flying Instructor Course, Raaf East Sale Base-Australia, Sukhoi 27 Flying Course di Rusia pada 2011, SU- 27/30 Simulator Training Course di China pada 2012, Advanced Weapon Aplication dan Advanced Combat Training, pada 2013, dan Specialized English Course, serta Flight Safety Officer di Amerika Serikat pada 2016.






