Kendati demikian lanjut Suria, pihaknya tetap melakukan antisipasi siaga dan langkah solusi lanjutan di kawasan itu dengan melakukan pembasahan lahan agar lahan di sana tidak mudah terbakar.
“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat dan segenap komponen yang cepat melakukan antisipasi pemadaman,” ucapnya.
Terkait peristiwa ini, Suria juga mengimbau penghuni sekolah apalagi siswa jika terjadi karhutla di lingkungan sekolah jangan panik, dan lebih baik mengutamakan keselamatan diri.
“Cara aman bisa menghubungi BPBD kabupaten/kota atau pihak kelurahan atau desa setempat atau BPK swasta,” ujarnya.
Seperti diketahui, berdasarkan pemberitaan media, kebakaran lahan melanda di kawasan sekitar SMK Maarif NU Martapura ini dilaporkan sudah berlangsung sejak Rabu (9/10), kemudian berlanjut pada Kamis (10/10).
Kepala SMK Maarif NU Martapura, Nur Aliyah mengatakan kebakaran mulai terlihat mendekati area sekolah sekitar pukul 11.00 WITA, kondisi ini membuat seluruh warga sekolah, baik murid maupun staf guru panik.
“Titik api awalnya jauh dari gedung, namun karena angin kencang, api cepat merambat dan mendekati sekolah. Bahkan, abu yang beterbangan memperbanyak titik api. Beberapa nyaris mengenai ruang praktik teknik sepeda motor,” jelas Nur Aliyah. (MC Kalsel)
Editor Restu







