WHO Ungkap 6 Persen Warga Gaza Tewas Akibat Perang Setahun Terakhir

Lebih dari 96 persen perempuan dan anak-anak berusia 6-23 bulan tidak memperoleh kecukupan gizi akibat kurangnya keberagaman pola makan, menurut pejabat tersebut.

Terkait evakuasi medis, ia mengatakan dari 15.600 kasus yang diminta, hanya 5.138 (32,9 persen) yang disetujui.

“Kami mendesak agar dibentuk beberapa koridor evakuasi medis untuk memastikan perjalanan pasien yang aman, terorganisir, dan tepat waktu melalui semua jalur yang tersedia,” ujarnya, menambahkan bahwa sejak penutupan perbatasan Rafah pada Mei, hanya 219 pasien yang berhasil dievakuasi.

Ia juga menyebutkan komitmen WHO untuk beroperasi di Gaza di tengah “tantangan ekstrem.”

Dari 214 misi yang direncanakan sejak Oktober 2023, hanya 44 persen yang dapat difasilitasi.

“Kami telah mengirimkan bahan bakar, obat-obatan, dan pasokan, membantu memulihkan rumah sakit, dan mengerahkan tim medis darurat untuk mendukung sistem kesehatan Gaza,” katanya.

“Bersama mitra, kami juga telah memvaksinasi 560.000 anak dalam putaran pertama kampanye polio.”

Pada 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan terhadap Jalur Gaza setelah serangan lintas perbatasan oleh Hamas yang menewaskan kurang dari 1.200 orang.

Baca juga:Sumur dan Waduk Dihancurkan Israel, Kota Khan Younis di Gaza Alami Krisis Air

Dalam setahun sejak saat itu, pasukan Israel telah menewaskan hampir 41.800 orang, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, serta melukai hampir 97.000 orang lainnya, menurut otoritas kesehatan setempat.

Serangan Israel telah menjadikan hampir seluruh populasi Gaza menjadi pengungsi di tengah blokade berkelanjutan, yang menyebabkan kekurangan parah akan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional terkait tindakan mereka di Gaza.(pwk)

Editor: purwoko