Bakal Ada Aneka Pameran, Hiburan dan Bazar di Festival Gerbang Nusantara Budaya Banua Kalsel di Museum Lambung Mangkurat, Cek Jadwalnya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARBARU- Festival Gerbang Nusantara Budaya Banua Kalimantan Selatan (Kalsel), di Museum Lambung Mangkurat Kalsel akan diselenggarakan pada 1–4 Oktober 2024 mendatang.
Festival ini akan menampilkan beragam kesenian, adat, budaya dan kearifan lokal Kalsel.
Kegiatan itu merupakan hasil kerjasama Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi RI dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel melalui Museum Lambung Mangkurat.
Pembukaan festival akan dilakukan pada Selasa (1/10/2024) nanti.
Menurut Kepala Museum Lambung Mangkurat Kalsel, Muhammad Taufik Akbar, di hari pertama festival selain pembukaan akan ada pameran temporer pada pagi hari dan dilanjutkan lomba menyanyi lagu Banjar di sore harinya.
BACA JUGA: Sekolah 'DO' Siswi di Video Syur Gorontalo, ini Alasan Kemenag
Berikutnya, Rabu (2/10/2024), akan ada lomba tari tradisional dan belajar bersama di museum dengan praktek menganyam perlengkapan prosesi Baayun Maulid.
"Puncaknya, tepat pada hari ketiga, Kamis (3/10/2024), Museum Lambung Mangkurat Kalsel, akan menggelar budaya tahunan yakni Baayun Maulid dengan menyediakan 4.000 kuliner dan kudapan khas Kalsel," paparnya.
Kemudian di hari terakhir, yaitu Jumat (4/10/2024) malam, sebagai penutup ada pagelaran wayang Banjar.
Selain beragam festival kebudayaan itu, museum juga akan menggelar bazaar UMKM dan lomba video profil Museum Lambung Mangkurat selama kegiatan.
“Untuk lomba video hasil penilaian akan kita umumkan di hari terakhir,” jelas Akbar.
Acara ini terbuka untuk umum, sehingga pihaknya mengundang seluruh masyarakat di Kalsel untuk turut memeriahkan festival tersebut.
“Siapapun yang ingin datang kami persilakan, tidak dipungut biaya apapun, bahkan kami juga siapkan kudapan dan minuman bagi masyarakat,” imbuhnya.
Akbar berharap dengan festival yang mereka laksanakan, bisa mewujudkan kecintaan masyarakat Kalsel terhadap seni, adat dan budaya Kalsel.
“Ini wujud dukungan kami terhadap keinginan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang meminta museum agar lebih dicintai oleh masyarakat,” pungkasnya. (MC Kalsel)
Editor: Yayu