WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Fenomena sasaeng atau penggemar yang obsesif dan mengganggu sudah sering terjadi di Korea Selatan, biasanya yang disasar adalah para selebriti ternama. Aksi ekstrem para sasaeng ini tentu saja kerap mengganggu ketenangan serta privasi sang artis, sebab tak jarang mereka melakukan tindakan yang di luar batas. Di antaranya adalah yang dialami oleh aktor sekaligus penyanyi Lee Jun Ho. Bintang drakor King the Land ini berbagi pengalaman buruknya mendapat tindakan ekstrem penggemar obsesif atau sasaeng tersebut yang dirasanya sangat mengganggu dan menakutkan. Pengalaman buruknya itu ada hubungannya dengan lagu grupnya, My House yang kerap dinyanyikannya, ternyata disalahartikan oleh sejumlah sasaeng. Hal itu diungkapkannya saat menjadi bintang tamu di acara saluran YouTube 'TEO' yang tayang pada Selasa (24/9/2024) berjudul "This Fox, You Score 10 out of 10 | EP.59 Lee Junho | Salon Drip 2." Selama episode tersebut, Lee Jun Ho ditanya apakah ia mengundang teman-teman ke rumahnya. Ia menjawab, “Akhir-akhir ini, aku sangat lelah dan sibuk sehingga rumahku terasa terlalu berharga. Aku hanya ingin menghabiskan waktu sendirian, jadi aku tidak mengundang siapa pun.” Pembawa acara Jang Do Yeon bercanda dengan merujuk pada lagu terkenal Junho, My House, dan menggodanya dengan, "Itu kontradiktif—kamu menyuruh orang-orang datang ke rumahmu." Lee Jun Ho kemudian berbicara tentang konsekuensi yang tidak diinginkan dari popularitas lagu tersebut. “Sejak 'My House' menjadi sangat populer, dan saya terus menyanyikan 'Come to my house' di mana-mana, banyak orang benar-benar mulai datang ke rumah saya,” ungkapnya, berbagi perjuangannya menghindari penggemar yang obsesif. BACA JUGA: Terungkap Remaja Batimpasan di Sungai Tabuk Berawal dari Chat Medsos Ia menceritakan satu kejadian yang sangat menakutkan, yaitu bisa mendengar suara langkah kaki pada pukul 3 pagi. "Bel pintu saya berbunyi, dan saya punya dua bel—satu untuk pintu masuk utama dan satu untuk apartemen saya. Bel pintu pribadi saya yang terus berbunyi. Saya terbangun, ketakutan. Saya menjawab interkom, menyamarkan suara saya, dan bertanya 'siapa di sana?' tetapi mereka dengan santai menjawab, 'Bukankah ini rumah Junho?'” Perilaku yang mengkhawatirkan itu tidak berhenti di situ. Ia menceritakan kejadian meresahkan lainnya yang dialaminya di dekat lift apartemennya. “Setelah pulang kerja larut malam, tepat saat pintu lift tertutup, saya mendengar seseorang memanggil 'oppa.' Saya merasa merinding,” kenangnya. Junho bertanya kepada wanita misterius itu siapa dia lalu perempuan itu menjawab, “Saya datang dari negara lain karena Anda menyuruh saya datang ke rumah Anda.” Junho lalu mengungkapkan ketidakpercayaannya, dengan mengatakan, “Itu membuat saya sadar bahwa orang-orang mungkin benar-benar mengartikan kata-kata saya secara harfiah.” (berbagai sumber) Editor: Yayu