Badan di bawah PBB, Unicef menyebut, ratusan ribu anak-anak kehilangan rumah mereka dan kekurangan akses terhadap air bersih, sanitasi dan layanan kesehatan.
Sekitar 2 juta anak tidak memiliki akses terhadap pendidikan, dukungan psikososial dan program pemberian makanan di sekolah karena sekolah telah rusak dan dilanda kekurangan listrik dan air, tambahnya.
“Jumlah sebenarnya sekolah dan siswa yang terkena dampak di provinsi-provinsi yang paling parah terkena dampaknya diperkirakan jauh lebih tinggi,” katanya.
Unicef memperkirakan dana awal sebesar US$15 juta (S$19,47 juta) diperlukan untuk memenuhi kebutuhan kritis anak-anak dan keluarga yang terkena dampak.
Di Hanoi, air banjir di Sungai Merah terus surut dan lalu lintas diperbolehkan kembali ke beberapa jembatan.
Baca juga:Media Vietnam Menyebut Hasil Timnas Indonesia Mengejutkan Semua Orang
Perusahaan asuransi di Vietnam telah menerima klaim sebesar 7 triliun dong (S$370,30 juta) pada 12 September atas kerusakan yang disebabkan oleh topan, banjir, dan tanah longsor, kata kementerian keuangan.(pwk)
Editor: purwoko







