“Saya tidak ingin setelah PON selesai, fasilitas yang telah dibangun dengan dana besar senilai Rp811 miliar menjadi tidak terawat dan akhirnya rusak, ini pengalaman PON sebelumnya,” kata Presiden Jokowi.
Untuk itu, Presiden meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten untuk menyiapkan manajemen pengelolaan pemanfaatan fasilitas PON secara profesional. Pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan juga diharapkan memanfaatkan 18 venue ini sebagai sarana penjaringan bibit-bibit atlet dari Aceh dan pembinaan atlet. Hal itu agar para atlet bisa berprestasi lebih baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Sekali lagi saya minta Pak Gubernur, Walikota, dan Bupati untuk mendorong pengelolaan dan pemanfaatan fasiltas PON secara profesional agar terpelihara dengan baik dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang,” kata Presiden Jokowi.
Baca juga: Timnas Indonesia Percaya Diri Melawan Australia, Selasa Besok
PON 2024 menandai kali pertama pentas olahraga multi-event nasional tersebut dilangsungkan di dua provinsi secara bersamaan, yakni Aceh dan Sumatera Utara. Selanjutnya pembukaan PON XXI Aceh-Sumut akan berlangsung di Stadion Harapan Bangsa yang berkapasitas sekitar 14.000 penonton.
Turut hadir dalam peresmian, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, Direktur Bina Penataan Bangunan Ditjen Cipta Karya Cakra Nagara, dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Aceh Deni Arditya. (SIdik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







