Pemerintah Terapkan Subsidi Tiket KRL Berbasis NIK, Gak Bahaya Ta?

Dengan adanya skema itu, artinya tidak semua masyarakat bisa menerima layanan KRL dengan harga yang murah seperti sekarang. Hanya orang yang pantas mendapatkan subsidi saja yang bisa merasakan layanan KRL dengan harga murah.

Baca juga: Balai Karantina Kalsel Serahkan Ratusan Telur Penyu Tanpa Dokumen Resmi ke BKSDA Kalsel

Sementara pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai rencana perubahan subsidi tiket KRL Jabodetabek berbasis NIK bisa berdampak buruk terhadap penggunaan KRL. Pasalnya, kebijakan tersebut justru memicu kelompok masyarakat middle class kembali menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan menggunakan kendaraan umum semacam KRL.

“Kalau misalkan menggunakan sistem NIK gitu ya, maka yang paling parah adalah mereka yang kategori menengah. Saya khawatir ini kelas menengah tidak lagi mau menggunakan KRL, malah akan mungkin berinovasi menggunakan kendaraan pribadi,” ungkap Trubus.

Jika sudah demikian, bisa dibayangkan betapa macetnya jalan-jalan di Jakarta dan sekitarnya lantaran volume kendaraan pribadi yang kembali bertambah. (Sidik Purwoko)

Baca juga: Erick Kunjungi GBK, Pastikan Kesiapan Stadion Untuk Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026

Editor: Sidik Purwoko