WARTABANJAR.COM, FLORIDA - Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) telah meminta bantuan bos SpaceX Elon Musk untuk membawa pulang dua astronaut yang terdampar di luar angkasa selama 80 hari. Pada Senin (1/9/2024), NASA telah mengumumkan rencana untuk membawa pulang astronaut Sunita Williams dan Barry Wilmore, yang telah terdampar di luar angkasa selama 80 hari karena masalah mekanis dengan pesawat ruang angkasa mereka. Baca juga:Jokowi Klaim Proyek IKN Ramah Lingkungan, NASA Ungkap Fakta Sebaliknya Para astronaut, yang saat ini berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), diharapkan kembali ke bumi pada Februari 2025 menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon. Situasi ini bermula ketika Williams (58), dan Wilmore (61), meluncur ke ISS pada 5 Juni 2024, menumpang wahana Starliner milik Boeing. Tak lama setelah peluncuran dari Cape Canaveral Space Force Station, wahana antariksa tersebut mengalami kebocoran helium dan pendorong yang tidak berfungsi dengan baik. Walaupun Boeing awalnya meremehkan tingkat keparahan masalah tersebut, dengan menyatakan hal itu tidak akan mempengaruhi kepulangan para astronaut, NASA kemudian menetapkan bahwa Starliner mungkin tidak aman untuk perjalanan kembali ke Bumi. NASA mengadakan tinjauan pada tanggal 24 Agustus 2024 untuk menilai pilihan yang tersedia untuk memulangkan para astronaut dengan aman. Setelah mempertimbangkan kondisi Starliner dan wahana lain yang tersedia, NASA memutuskan untuk menggunakan kapsul SpaceX Crew Dragon untuk membawa Williams dan Wilmore pulang. Tanggal kepulangan paling cepat telah ditetapkan pada Februari 2025. Administrator NASA Bill Nelson menekankan pentingnya memprioritaskan keselamatan, terutama mengingat tragedi masa lalu yang melibatkan hilangnya dua pesawat ulang-alik. "Penerbangan antariksa berisiko, bahkan pada saat paling aman dan paling rutin," kata Nelson. Baca juga:Elon Musk Kritik Penangkapan CEO Telegram, Serukan Kebebasan Berpendapat Boeing, produsen Starliner, mengakui keputusan tersebut dalam sebuah pernyataan RESMI. "Kami terus fokus, pertama dan terutama, pada keselamatan awak dan pesawat ruang angkasa. Kami melaksanakan misi seperti yang ditentukan oleh NASA , dan kami sedang mempersiapkan pesawat antariksa untuk pengembalian tanpa awak yang aman dan sukses,” jelasnya