Kim Jong Un Melarang Gaya Potong Rambut hingga Fesyen Modis untuk Warganya
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un baru-baru ini mengeluarkan aturan kepada warganya mengenai larangan gaya potong rambut, dan model pakaian tertentu yang kini sedang populer di kalangan remaja di negaranya.
Warga Korea Utara dilarang mengikat rambut panjang dengan gaya setengah ke atas, atau memiliki pakaian dengan lengan yang terbuat dari bahan tipis yang memamerkan lengan.
Dilaporkan media Singapura, The Straitstimes, pihak berwenang Korut telah menindak model rambut dan pakaian tertentu yang tampaknya selama ini justru disukai oleh Kim Ju Ae, putri dan calon pewaris pemimpin Kim Jong Un.
Baca juga:Korea Utara Eksekusi Pemuda 22 Tahun Karena Suka KPop
Pihak berwenang di negara tertutup tersebut menyelenggarakan imbauan melalui video untuk penduduk setempat, memberi tahu masyarakat bahwa “gaya rambut ayam” dan “pakaian yang memperlihatkan lengan” dilarang.
Demikian layanan dari berita Radio Free Asia (RFA) yang didanai AS melaporkan pada 15 Agustus.
Model rambut model ayam jantan, atau dengan ikatan setengah ke atas - setengah ke bawah, menampilkan sebagian rambut diikat di ubun-ubun kepala, sementara sisa rambut tergerai bebas dengan poni menutupi dahi dan mencapai tepat di atas mata.
Gaya itu menjadi sebuah tren yang dipopulerkan oleh mantan penyanyi Korea Utara dan ajudan Kim sendiri, Hyon Song Wol.
Istri Kim Jong Un, Ri Sol Ju, dan putri mereka, Ju Ae, juga kemudian memiliki gaya rambut yang serupa. P
akaian tembus pandang yang memperlihatkan lekuk badan dan memperlihatkan lengan pemakainya juga telah memicu kemarahan pihak berwenang.
Keduanya dianggap sebagai pilihan fesyen yang dangkal namun ditandai sebagai “fenomena anti-sosialis yang berdampak negatif pada masyarakat” dan merupakan elemen yang perlu “diberantas”.
Baca juga:Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Rilis Lagu yang Puji Diri Sendiri
Mereka yang terbukti melanggar peraturan bisa menghadapi hukuman enam bulan kerja paksa atau pendidikan ulang ideologis di penjara.
Gaya rambut yang panjang hingga menyinggung badan harus dipotong.
Sempat Pengaruhi Selera Fesyen publik
Blus dengan lengan tembus pandang sebelumnya pernah terlihat dikenakan oleh Ju Ae baru-baru ini di sebuah acara publik pada tanggal 14 Mei.
Gadis yang diyakini berusia antara 10 dan 12 tahun ini digambarkan oleh para pengamat memiliki penampilan yang dewasa dan memancarkan kekuatan yang dapat dengan bebas memilih dan mengenakan pakaian yang diinginkannya.
Kedua pilihan busana tersebut dilaporkan sedang populer di kalangan perempuan muda di Pyongyang.
Contoh gaya yang salah itu pun ditampilkan dalam video ceramah pihak berwenang, yang menggambarkan perempuan tersebut melakukan pelanggaran dan telah ditangkap di ibu kota, RFA melaporkan.
Diketahui, anak-anak di kalangan atas masyarakat Korea Utara juga sebelumnya dikabarkan mengenakan pakaian serupa yang berlengan tipis.
Gambar yang disiarkan oleh Kantor Berita Pusat Korea pada tanggal 30 Mei menunjukkan beberapa anak di pusat penitipan anak bergengsi di Pyongyang mengenakan pakaian ini, kemungkinan dipengaruhi oleh pilihan Ju Ae.
Baca juga:Song Joong Ki Komentari Perannya Sebagai Pembelot Korea Utara di Film My Name is Loh Kiwan
RFA mengutip dua sumber dari provinsi Hamgyong Utara di utara Korea Utara dan provinsi Pyongan Utara di barat Korea Utara yang mengungkapkan rincian video ceramah pihak berwenang.
Tindakan keras terbaru ini ditanggapi dengan perbedaan pendapat yang jarang terjadi oleh penduduk setempat di tengah “suasana ketidakpuasan” pada ceramah tersebut, menurut sumber tersebut.
Beberapa pihak menunjukkan standar ganda yang diterapkan, dan mempertanyakan mengapa standar tersebut dianggap anti kemapanan jika putri Kim juga menerapkannya.
Penduduk lain mengatakan Partai Pekerja yang berkuasa di Korea Utara tidak memberi mereka pakaian, namun menganggap pakaian yang mereka buat sendiri sebagai anti-sosialis, dan memperlakukan manusia seperti mesin.
Baca juga:Timnas U-24 Indonesia vs Korea Utara Esok di Asian Games 2023
Tindakan keras ini telah meningkatkan antisipasi terhadap penampilan publik Ju Ae berikutnya dan pilihan busananya, lapor media penyiaran Korea Selatan YTN, dan beberapa pengamat menunggu untuk melihat apakah lebih banyak jenis fesyen yang akan dilarang.(pwk)
Editor: purwoko