“Aku tidaklah pernah sama sekali melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memukul pembantu, begitu pula memukul istrinya. Beliau tidaklah pernah memukul sesuatu dengan tangannya kecuali dalam jihad (berperang) di jalan Allah”. (HR. Ahmad 6: 229. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)
Oleh karena itu, seorang suami hendaknya bertakwa kepada Allah.
Sikap kasar kepada istri tidak akan menyelesaikan masalah, justru akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari, karena perbuatan tersebut tidak diridai oleh Allah dan Rasul-Nya.
Adab Suami ke Istri Jika Istri Tak Patuh
Dalam Islam, menurut Ustad Khalid Basalamah, jika istri membangkang atau tidak patuh kepada suami (nusyuz) maka ada adab sopan santunnya yang harus dilakukan suami dalam menegur istrinya.
Pertama, tegur istri secara baik-baik menggunakan lisan.
“Kedua, jika tak bisa juga, ditegur baik-baik tak juga sadar, maka boleh pisah ranjang untuk memberikan efek jera ke istri,” katanya.
Jika cara kedua tak juga mempan, maka boleh suami memukul istri, namun tetap ada batasannya, yaitu memukulnya tidak boleh berbekas.
“Artinya, memukulnya yang baik-baik, misal pakai alat seperti kayu, boleh, tetapi jangan kasar,” sebutnya lagi.
Kemudian, jika istri sudah sadar setelah ditegur dengan ketiga cara di atas, maka tak boleh ada lagi kekerasan yang dilakukan suami.
View this post on Instagram
(yayu)
Editor: Yayu







