Mereka setuju dengan program pemerintah tetapi mereka juga berhak atas tanah ulayat, serta kayu limbahnya akan diambil oleh masyarakat khusus pemilik wilayah setempat.
Turut hadir dalam perundingan, Korlap Basilius Awabalik dan Ketua LMA, Yohanis Mahuze. Turut serta beberapa tokoh Merauke diantaranya Johanes Gluba Gabzi, Mayjen A Rizal R dan dari Kementerian Pertanian, Hermanto.
“Kami sepakati bersama, dan kembali kami tegaskan bahwa pemanfaatan limbahnya dikasihkan kepada masyarakat setempat,” imbuh H Isam.
Sebagaimana diketahui, untuk menyukseskan program pemerintah di bidang pangan dan pertanian ini, Haji Isam telah membeli sebanyak 2.000 excavator merk Sany dari China.
Sebanyak 2.000 excavator tersebut secara bertahap telah didatangkan dari China ke Papua. (atoe)
Editor Restu







