Trump Kecam Peretasan Situs Web Miliknya, Tuduh Iran di Balik Aksi Ini

Wakil tetap Iran untuk PBB di New York mengatakan melalui email bahwa “pemerintah Iran tidak memiliki atau menyembunyikan niat atau motif apa pun untuk ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.”

“Kami tidak mempercayai laporan semacam itu,” tambahnya sebagai tanggapan atas tuduhan tim kampanye Trump.

Pada tanggal 9 Agustus, sebagai tanggapan terhadap temuan Microsoft, perwakilan Iran untuk PBB di New York mengatakan kepada Reuters bahwa kemampuan sibernya bersifat “defensif dan sebanding dengan ancaman yang dihadapinya”.

Bahkan ia menegaskan Iran tidak memiliki rencana untuk melancarkan serangan siber.

“Pemilihan presiden AS adalah masalah internal yang tidak diintervensi oleh Iran,” kata perwakilan Iran untuk PBB.

Pernah jadi target pembunuhan

Mantan presiden tersebut memiliki hubungan yang tegang dengan Iran saat menjabat. Di bawah Trump, AS membunuh komandan militer Iran Qassem Soleimani pada tahun 2020 dan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran.

“Rakyat Iran tahu bahwa Presiden Trump akan menghentikan teror mereka seperti yang dia lakukan dalam empat tahun pertamanya di Gedung Putih,” kata Cheung.

Trump selamat dari upaya pembunuhan pada bulan Juli. Meskipun tidak ada dugaan bahwa tersangka ada hubungannya dengan Iran, CNN melaporkan pada bulan itu bahwa AS memiliki informasi intelijen tentang rencana Iran melawan Trump. Iran membantah tuduhan tersebut.

Baca juga: Trump Panen Cemoohan, Serang Kamala Harris dengan Pernyataan Rasial

Pada akhir bulan Juli, seorang pejabat intelijen senior mengatakan kepada wartawan dalam sebuah pengarahan bahwa Teheran dan Moskow mempertahankan preferensi presiden mereka yang sama seperti pada siklus sebelumnya.

Dalam hal itu agen-agen Iran akan berusaha untuk menghancurkan kubu Partai Republik, sementara Rusia telah melakukan upaya untuk mencoreng nama baik Partai Demokrat, menurut laporan sebelumnya. (pwk)

Editor: purwoko