Menurutnya hal ini bagai penghambaan pada gelar ilmu pengetahuan dengan melakukan berbagai cara.
“Saya tidak bisa membayangkan kerusakan seperti apalagi ada 11 orang dalam satu fakultas. Dampaknya kasian pada teman-teman Lambung Mangkurat ini,” timpal Hersubeno Arief.
Ia pun mempertanyakan peran Mendikbudristek, Nadiem Makarim melakukan konferensi pers terkait masalah tersebut.
“Harus ada alasan yang masuk akal apa yang terjadi sebetulnya,” ucap Rocky.
Citra buruk tersebut, menurutnya terlihat sudah biasa di kalangan ULM karena melibatkan sebelas orang guru besar.
“Toh temenku juga begitu jadi kesebelasan plagiat namanya.”
Dampak lainnya adalah ratusan Profesor dan doktor, juga asesor nakal juga sedang ketar-ketir buntut pencabutan gelar tersebut.
“Kita ini Indonesia tumbuh secara bersih di era baru,” tandasnya.(atoe)
Editor Restu







