Baca juga: PAN Akhirnya Dukung Lisa Halaby jadi Calon Walikota Banjarbaru
Toto mencontohkan simulasi dua calon, elektabilitas Muhidin tembus ke angka 50,9 persen saat berhadapan dengan Acil Odah yang hanya 26,5 persen. Terjadi perlawanan sedikit saat Muhidin turun ke 48,4 persen berhadapan dengan Zairullah yang 30,0 persen.
Ditambahkan Toto, keunggulan yang sama juga terjadi dalam simulasi berpasangan. Jika terjadi 3 pasangan calon, Muhidin – Hasnuryadi (44,6 persen), Zairullah – Ibnu Sina (23,5 persen) dan Acil Odah – Akhmad Rozanie (20,0 persen).
Namun begitu, Toto mengingatkan bahwa data survei juga mengungkapkan, masih ada 54,1 persen pemilih yang berkategori soft supporter (pemilih cair), yaitu, gabungan antara mereka yang sudah punya pilihan tapi bisa berubah dengan yang belum punya pilihan sama sekali.
“Jumlah pemilih yang mayoritas itulah, yang sering saya sebut sebagai lahan tak bertuan. Artinya, pemilih yang masih bisa diperebutkan oleh siapa saja. Termasuk, kandidat yang saat ini masih rendah elektkabilitasnya,” jelasnya.
Baca juga: Cegah Karhutla, Ini Yang Dilakukan Polda Kalteng di Wilayahnya
Sementara itu, ucap Toto, sampai sekarang belum ada kandidat yang punya strong supporter tembus di angka 30 persen, termasuk Muhidin sendiri baru punya pemilih militan di 16,6 persen, Acil Odah 9,9 persen, Zairullah 7,6 persen, dan yang lainnya dibawah 5 persen.
“Dari data tersebut, sebenarnya masih terbuka peluang buat siapa saja untuk menang. Hanya, duet Muhidin-Hasnur lebih punya peluang besar. Apalagi, wakilnya, Hasnur punya tingkat kesukaan tertinggi, 88,9 persen. Masalahnya, Hasnur masih punya problem pengenalan yang baru 65 persen,” pungkasnya. (Iqnatius)
Editor: Sidik Purwoko






