Hadapai Trump, Kamala Harris Dapat Dukungan Para Tokoh Kunci Partai Demokrat

“Warisan pencapaian Joe Biden selama tiga tahun terakhir tidak ada bandingannya dalam sejarah modern,” kata Harris dalam pidato singkatnya di Halaman Selatan Gedung Putih, saat hujan rintik-rintik turun.

Harris akan melakukan perjalanan pertamanya ke markas kampanye di Wilmington, Delaware, pada tanggal 22 Juli – tidak jauh dari Pantai Rehoboth, tempat Biden menghabiskan sebagian besar minggu terakhirnya untuk perawatan medis.

Dalam kampanye itu Harris mengatakan telah mengumpulkan donasi dari akar rumput sebesar US$49,6 juta (S$66,75 juta) sejak 21 Juli.

Tanggapan Kremlin

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan mundurnya presiden petahana Amerika Serikat Joe Biden, dari pemilu presiden bukan hal yang mengejutkan.

Biden pada Minggu (21/7) mengumumkan pengunduran dirinya dari Pilpres 2024 dan menyatakan dukungan bagi Wakil Presiden Kamala Harris untuk menjadi kandidat presiden dari Partai Demokrat.

“Terus terang, apa yang terjadi di AS selama beberapa tahun terakhir telah mengajarkan kita untuk tidak mudah terkejut pada apa pun. Oleh karena itu, kami tidak terlalu kaget,” kata Peskov dalam pengarahan media pada Senin (22/7).

Kremlin terus memonitor perkembangan di AS maupun di negara-negara lain di dunia, Ia mengatakan bahwa Moskow tidak mengharapkan langkah positif apa pun dari pemerintahan AS terhadap Rusia sebelum berakhirnya masa jabatan Biden.

Baca juga:Trump Dibidik dari Tempat Tinggi di Luar Area Kampanye, Biden: Ini Benar-benar Sakit!

Peskov menegaskan masa depan hubungan Rusia-AS sangat penting bagi Moskow, mengingat Washington sedang melalui “periode terburuk dalam sejarah”.

Sementara itu, ketika menanggapi pencalonan Harris oleh Biden, dia mengatakan Rusia tidak bisa mengevaluasi potensi pencalonannya dari sudut pandang hubungan bilateral.

“Sejauh ini, tidak ada kontribusi (Harris) terhadap hubungan kita,” kata Peskov.(pwk)

Editor: purwoko