Pembakal Tanjung Rema Wujudkan Listrik untuk Slamat

Melihat keadaan ekonomi Slamat yang bekerja seadanya, Kepala Desa Tanjung Rema berkomitmen untuk membantu Slamat untuk mengisi token listrik jika diperlukan.

“Kalau mereka tidak bisa mengisi tokennya karena gak ada uang, kami siap membantu,” ujar Madraji lagi.

Slamat sendiri tinggal di rumah kayunya yang sudah beberapa kali mendapatkan bedah rumah beserta orang tuanya yang sudah sepuh. Bahkan, ibu Slamat sudah berusia sekitar 100 tahun lebih. Sehari-hari ia bekerja sebagai buruh lepas yang tak menentu penghasilannya.

“Saya selama ini listriknya ikut tetangga, itupun hanya dua lampu saja. Sisanya pakai lampu templok,” ujarnya.

Beberapa titik di dinding rumahnya pun menghitam, pertanda lampu templok itu sering digunakan sebagai penerangan sehari-hari.

Dengan mata berkaca-kaca, Slamat mengucapkan terima kasih kepada Kepala Desa Tanjung Rema dan pihak yang sudah membantunya agar bisa memiliki listrik sendiri.

“Saya gak bisa mengungkapkan dengan kata-kata, terima kasih banyak kepada pembakal dan tetangga yang membantu saya supaya bisa punya listrik sendiri,” ungkap Slamat. (nurul octaviani)

Editor Restu