Marak Mabuk Kecubung, Wali Kota Banjarmasin Siagakan Puskesmas

“Ini dampak negatif dari sesuatu yang viral. Yang awalnya orang mungkin tidak tahu jika itu memabukkan. Tapi setelah viral maka ada yang mencoba.

“Bagi yang berpikir logis tentu tidak akan memcoba. Berbeda jika tidak memiliki pikiran logis,” katanya.

Ibnu Sina juga akan mengevaluasi peran rumah sakit. Sebab menurutnya mabuk kecubung masuk kategori keracunan yang bisa ditangani rumah sakit.

“Saya juga bingung kenapa yang keracunan harus dimasukan ke RSJ. Harusnya cukup di rumah sakit saja untuk mendapatkan pengobatan,” katanya.

Informasi terkini pasien mabuk kecubung yang dirawat di RSJ Sambang Lihum mencapai 44 orang terdiri dari beberapa wilayah Kalsel. (atoe)

Editor Restu