Baca juga: Visual Kim Bum Dinilai Awet Muda Hebohkan Warganet Saat Tampil di TV
Bahkan hingga menjelang pertandingan sekira pukul 07:40 WIB wasit belum siap untuk memimpin pertandingan. Wasit Perbasi yang hadir hanya ada enam orang dan satu pengawas. Padahal pertandingan akan dimulai pada jam 08:00 pagi.
Lantaran ketidaksiapan wasit Perbasi itulah, pihaknya terpaksa menurunkan wasit non Perbasi hingga selesai pertandingan pertama. Begitu wasit Perbasi sudah siap semuanya, wasit non-Perbasi diganti semua.
Selang beberapa saat kemudian, diberikan surat revisi kembali untuk penambahan jumlah wasit Perbasi menjadi 20 orang, 4 pengawas dan 1 koordinator wasit.
“Nah, tanggal 3 Juli, malam hari itu kita sudah mendapatkan surat dari Perbasi untuk klarifikasi (terkait penggunaan wasit non-Perbasi),” paparnya.
Baca juga: Gubernur Kalsel Buka Kegiatan Sekolah Jurnalis Indonesia, Ingatkan Soal Integritas
Sebagai penanggung jawab GJIBT, Agung datang keesokan paginya ke PP Perbasi, sekitar pukul 08:00 WIB . Di sana ia ditanya perihal penggunaan wasit non-Perbasi. Dirinya menjelaskan bahwa hal itu karena wasit belum siap hingga menjelang pertandingan.
Dirinya mengaku dimarahi hingga mengaku salah dan minta maaf. Tapi mereka tidak peduli dan meminta pertandingan dihentikan. Meski dirinya berusaha memberi penjelasan, namun pengurus bersikukuh. Akibatnya, turnamen basket yang melibatkan lebih dari 77 tim itu dibubarkan. (Sidik Purwoko)
Editor: Sidik Purwoko







