Tari Kolosal Mathilda Batlayeri Meriahkan HUT ke-78 Bhayangkara di Polda Kalsel

Baca juga: HUT Bhayangkara ke-78, Kompolnas Doakan Polri Kian Dicintai

Pada masa itu, pos polisi hanya dijaga oleh 5 anggota kepolisian, sedangkan suaminya Adrianus Batlayeri sedang mengambil air sumur yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer dari pos polisi.

Melihat para anggota dan ketiga anaknya sudah mati tertembak dan sang suami belum datang, Mathilda mengambil senjata moser milik suaminya. Ia berhasil menembak pimpinan pemberontak yakni Ibnu Hadjar yang dikabarkan memiliki ilmu kebal.

Namun naas, Mathilda juga tertembak dan gugur dalam perjuangan itu bersama janin yang sedang dikandungnya.

Nama Mathilda Batlayeri diabadikan di beberapa tempat seperti nama Aula Bahayangkari di Mako Polda Kalimantan Selatan, serta nama jalan di Kurau.

Baca juga: Seleksi CPNS 2024 Diundur Juli-Agustus, Menpan RB: Kementerian Tak Usulkan Formasi Sesuai Kuota

Sementara di Kepulauan Tanimbar, pemerintah setempat membuat Monumen Mathilda Batlayeri di Saumlaki. Peletakan batu pertama dilakukan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu. (nurul octaviani)

Editor: Sidik Purwoko