Pakar: Satgas Jangan Tergiur Setoran Judi Online ya!

WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Satuan Tugas (Satgas) Pemberantasan Judi Online diharapkan tidak tergoda dengan sodoran uang suap dan tegas menolak upeti. Hal itu penting dalam upaya pemberantasan judi online di Indonesia, khususnya dalam menangkap para bandar.

Demikian dikatakan pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar, kepada wartawan di Jakarta, Senin (01/07/2024). Menurutnyam, Satgas harus pantang menyerah pada orang yang melindungi para bandar.

“Saya berharap Satgas Pemberantasan Judi Online jangan mudah tergoda dengan upeti sekaligus menolak uang suap. Petugas Satgas Pemberantasan Judi Online pantang menyerah pada backing. Tapi yang utama (mereka) jangan mempan disuap,” kata Fickar seperti dikutip Wartabanjar.com.

Baca juga: KPK: Polri dan Kejaksaan Selalu Blokir Akses Jika Penyidik Bidik Mereka

Fickar dan suara rakyat Indonesia sama dengan harapan supaya para pemain dan bandar judi online maupun kaki tangannya yang tertangkap harus dibawa ke pengadilan dan disidangkan.

Fickar mengakui peranan aparat penegak hukum memberantas judi online masih mendua alias setengah hati. Contoh ketika Polda Metro Jaya getol berantas judi online, tapi faktanya masih belum ditangkap bandarnya.

“Tangkap bandar, pemain, dan agen judi online jika benar-benar ingin berantas sampai ke akar-akarnya”. Langkah itu dinilai penting agar bisa memberikan efek jera kepada pelaku bisnis judi online yang tertangkap maupun belum.

Baca juga: Divisi Humas Polri Gelar Khataman Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke-78

“Dari sisi pidana, jika penjudi atau bandar tertangkap tapi tidak diteruskan ke pengadilan, maka oknum yang menerima suap atau tidak mau menyelesaikan (kasus) harus diproses secara pidana juga,” harap Fickar.

Sayangnya, kata Fickar, banyak kasus judi Online yang tidak sampai ke pengadilan dan disidangkan untuk diproses secara hukum dengan dijatuhkan vonis hukuman pidana.

“Kekeliruannya kebanyakan kasus terkait judi Online selesai di penyidikan kepolisian, terlepas bagaimana cara penyelesaiannya, termasuk damai. Yang pasti itu berhenti kasusnya di situ, itulah salah satu kelemahan dalam memberantas judi online,” kritik Fickar.