Korea Utara Eksekusi Pemuda 22 Tahun Karena Suka KPop

Aturan ini semakin diperketat pada masa pemerintahan putra Jong Il, Kim Jong Un, yang mengadopsi undang-undang baru untuk Korea Utara pada tahun 2020, yang melarang “ideologi dan budaya reaksioner.”

Korea Utara menolak kritik terhadap pelanggaran berat hak asasi manusia yang dilakukan pemerintah. Mereka menyebut HAM sebagai bagian dari konspirasi untuk menggulingkan kepemimpinan.

Dalam laporan tersebut juga merinci upaya yang dilakukan otoritas Korea Utara untuk mengendalikan arus informasi luar, dengan fokus khusus pada generasi muda.

Menurut Radio Free Asia yang didanai pemerintah AS, rezim tersebut mengatur gaya busana dan gaya rambut. Larangan skinny jeans dan T-shirt yang bertuliskan kata-kata asing, serta rambut yang diwarnai atau panjang.

Contoh lain larangan pengantin wanita mengenakan gaun putih, pengantin pria menggendong pengantin wanita, mengenakan kacamata hitam, atau meminum alkohol dari gelas anggur. Itu semua dianggap sebagai kebiasaan Korea Selatan.

Disebutkan ponsel warga Korea Utara juga sering diperiksa untuk mengetahui ejaan, emoji, dan istilah slang (bahasa gaul) nama kontak yang dianggap memiliki pengaruh Korea Selatan.(berbagai sumber)

Editor Restu