TSKP FISIP ULM : H Muhidin Tak Terbendung di Tabalong, Acil Odah Membayangi
Ukuran Huruf:
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Tim Survei dan Konsultan Politik (TSKP) FISIP ULM Banjarmasin yang dikoordinir oleh Dr Gazali Rahman, S.Sos., M.Si. melaksanakan Survei Pilgub Kalsel perdana tahun 2024 di Kabupaten Tabalong pada periode pertengahan Mei s.d. awal Juni 2024. Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode sampel acak bertahap (multistage random sampling) dengan jumlah sampel 360 responden yang tersebar pada 12 kecamatan dan 36 desa/kelurahan dengan margin error +/- 2,25 % pada tingkat kepercayaan 95 %.
Dipilihnya Kabupaten Tabalong sebagai lokasi survei perdana ini dengan berbagai pertimbangan, antara lain Tabalong merupakan kabupaten yang mempunyai letak yang strategis dan sebagai gerbang menuju IKN Nusantara di Kaltim. Selain itu, kabupaten ini merupakan kabupaten yang memiliki kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia yang kritis karena banyaknya pekerja lokal, regional, nasional dan internasional yang bermukim, serta kondisi politik lokal yang sangat dinamis.
Hasil survei menunjukkan bahwa jika Pilkada Kalsel 2024 dilaksanakan hari ini, maka elektabilitas (tingkat keterpilihan) bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan Periode 2024 – 2029 yang akan dipilih masyarakat pemilih di Kabupaten Tabalong adalah (1) H. Muhidin : 13,61 %; (2) Hj. Raudatul Jannah (Acil Odah): 6,39 %; (3) H Denny Indrayana: 4,44 %; (4) H Hasnuryadi Sulaiman 3,89 %; (5) HM Zairullah Azhar : 3,06 %; (6) H Supian HK : 2,78 %; (7) H Rosehan NB: 2,22 %; (8) H Ibnu Sina : 1,67 %; (9) H Tajerian Noor : 0,83 %; dan (10) HM Rifqinizamy Karsayuda : 0,28 %.
Sedangkan masyarakat pemilih yang BELUM PUNYA PILIHAN, MASIH BINGUNG dan menjawab TIDAK TAHU yang termasuk dalam kelompok massa mengambang (Swing Voters) SANGAT BESAR, yaitu sebesar : 55,00 persen. Kemudian kelompok masyarakat pemilih yang SUDAH PUNYA PILIHAN tapi RAHASIA sebesar : 5,83 persen.
Selanjutnya tingkat kemantapan pilihan masyarakat pemilih di Kabupaten Tabalong terhadap bakal Calon Gubernur Kalimantan Selatan Periode 2024 – 2029 jika Pilkada Provinsi Kalsel dilaksanakan HARI INI adalah Pilihan SUDAH MANTAP sebesar : 21,11 %; Pilihan MASIH MUNGKIN BERUBAH sebesar : 43,61 %; dan Jawaban TIDAK TAHU atau TIDAK MENJAWAB sebesar : 35,28 %.
Hasil tersebut di atas menunjukkan, bahwa semua kandidat bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan masih mempunyai peluang yang hampir sama untuk memenangkan Pilkada Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024. Artinya kandidat bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan yang berhasil merebut suara kelompok massa mengambang (Swing Voters) 55,00 %.
"Dialah yang akan memenangkan Pilkada Provinsi Kalsel tahun 2024," imbuh Pengajar di FISIP ULM ini.
Lanjutnya, survei ini juga melakukan pengukuran dan pemetaan tingkat popularitas, akseptabilitas dan elektabilitas kandidat bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan dengan beberapa simulasi bakal calon gubernur yang diprediksi akan bertarung pada Pilkada Provinsi Kalsel tahun 2024.
Pertama simulasi dengan 5 orang bakal calon Gubernur Kalsel, yaitu : H. Muhidin, H Denny Indrayana, Hj. Raudatul Jannah (Acil Odah), H. Ibnu Sina, dan H. Hasnuryadi Sulaiman HB, maka elektabilitas (tingkat keterpilihan) bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan Periode 2024 – 2029 yang akan dipilih masyarakat pemilih di Kabupaten Tabalong adalah : Tingkat elektabilitas H. Muhidin sebesar 14,44 %; Tingkat elektabilitas Hj Raudatul Jannah (Acil Odah) sebesar 7,22 %; Tingkat elektabilitas H Denny Indrayana sebesar 4,72 %; Tingkat elektabilitas H. Hasnuryadi Sulaiman HB sebesar 4,17 %; Tingkat elektabilitas H Ibnu Sina tingkat sebesar 3,06 %; Belum punya pilihan, masih bingung, dan tidak tahu sebanyak 64,17 %; Sudah punya pilihan, tapi RAHASIA sebanyak 0,83 %.
Kemudian tingkat elektabilitas bakal calon Gubernur Kalsel Periode 2024-2029 jika Pilkada Kalsel diikuti 4 orang calon (H Muhidin, H Denny Indrayana, Acil Odah, H Hasnuryadi Sulaiman HB) adalah sebagai berikut : Tingkat elektabilitas H. Muhidin sebesar : 16,16 %; Tingkat elektabilitas Hj. Raudatul Jannah (Acil Odah) sebesar : 8,08 %; Tingkat elektabilitas H. Denny Indrayana sebesar : 5,29 %; Tingkat elektabilitas H. Hasnuryadi Sulaiman HB sebesar : 4,46 %; Belum punya pilihan, masih bingung, dan tidak tahu sebanyak : 64,35 %; Tidak akan memilih (Golput) sebanyak 1,38 %; dan Sudah punya pilihan, tapi RAHASIA sebanyak 0,28.
Selanjutnya tingkat elektabilitas bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan Periode 2024 2029 jika Pilkada Kalsel diikuti 3 orang calon (H Muhidin, H Denny Indrayana dan Acil Odah) adalah sebagai berikut : Tingkat elektabilitas H Muhidin sebesar 18,38 %; Tingkat elektabilitas Hj Raudatul Jannah (Acil Odah) sebesar 8,91 %; Tingkat elektabilitas H Denny Indrayana sebesar 5,29 %; Belum punya pilihan, masih bingung, dan tidak tahu sebanyak : 65,75 %; Tidak akan memilih (Golput) sebanyak 1,39 %; dan Sudah punya pilihan, tapi RAHASIA sebanyak 0,28 %.
Berikut tingkat elektabilitas bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan Periode 2024 - 2029 jika Pilkada Kalsel diikuti 2 orang calon (H. Muhidin dan H. Denny Indrayana), adalah sebagai berikut : Tingkat elektabilitas H. Muhidin sebesar 19,78 %; Tingkat elektabilitas H Denny Indrayana sebesar 5,85 %; Belum punya pilihan, masih bingung, tidak tahu sebesar 72,42 %; Tidak akan memilih (Golput) sebanyak 1,67 %; dan Sudah punya pilihan, tapi RAHASIA sebanyak 0,28 %.
Terakhir tingkat elektabilitas bakal calon Gubernur Kalimantan Selatan Periode 2024 – 2029 jika Pilkada Kalsel diikuti 2 orang calon (H. Muhidin dan Acil Odah), adalah sebagai berikut : Tingkat elektabilitas H. Muhidin sebesar 20,33 %; Tingkat elektabilitas Hj Raudatul Jannah sebesar 8,39 %; Belum punya pilihan, masih bingung, tidak tahu sebesar 69,61 %; Tidak akan memilih (Golput) sebanyak 1,39 %; dan Sudah punya pilihan, tapi RAHASIA sebanyak 0,28 %.
Survei ini juga memberikan informasi bahwa media kampanye yang masih realistis dan relevan untuk dipakai dalam Pilkada tahun 2024 ini adalah : baliho; spanduk; poster; kalender; pertemuan dengan warga dan dialog terbuka; media sosial; door to door (dari mulut ke mulut antar warga dan tetangga); pertemuan dengan warga masyarakat secara khusus; bamasakan dengan segmen-segmen masyarakat tertentu; pemberitaan di media massa (koran, radio, tv); pertunjukkan seni budaya tradisional lokal; pasar murah; dan lain-lain. (rilis)
Baca Juga : Ternyata Berikut Modus Dugaan Penyalahgunaan Dana Reses DPRD Banjarbaru Rp 1,1 Miliar, Sekwan Angkat Bicara
Editor : Hasby