WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN - Mattia Zaccagni menjadi pahlawan Italia pada pertandingan ketiga Grup B Euro 2024 dengan golnya di pengujung laga yang sekaligus membawa Italia finish di tempat kedua di bawah Spanyol. Italia yang merupakan juara bertahan Kejuaraan Sepakbola Eropa itu lolos ke babak sistem gugur atau 16 besar setelah bermain imbang 1-1 melawan Kroasia melalui pertandingan yang sangat dramatis dan menegangkan. Bagi Italia memang hanya cukup dengan menghindari kekalahan menjadi jaminan bahwa pasukan Luciano Spallette berhak memegang tiket ke babak 16 besar. Di grup B Euro 2024 juga sudah ada Spanyol yang memastikan lolos setelah dalam pertandingan terakhir mengalahkan Albania 1-0. Baca jugaEuro 2024: Portugal Menang Telak Atas Turki Kesempatan Italia nyaris melayang setelah Luca Modrid mencetak gol pembuka pada menit 55 dan bertahan hingga 90 menit pertandingan waktu normal. Namun berkat serangan bertubi-tubi di masa injury time, Italia memperoleh keberuntungan dengan datangnya gol penyeimbang. Serangan terakhir yang mematikan berhasil diselesaikan oleh Zaccagni pada menit 90+8 dengan tendangannya yang menakjubkan. Italia mencetak gol bersejarah hanya beberapa detik sebelum peluit wasit Danny Makkelie dibunyikan untuk terakhir kalinya. Italia layak bersuka cita atas capaian ini. Sementara Kroasia masih menunggu nasib bukan di tangan sendiri untuk hak tiket 16 besar sebab masih tergantung hasil pertandingan di grup yang lain dalam memperbeutkan posisi peringkat tiga terbaik. Kroasia yang merupakan runner up Piala Dunia 2028 itu kini mengumpulkan dua poin, dari dua kali hasil imbang. Diketahui, satu-satunya harapan bagi Kroasia untuk bisa lolos adalah jika Slovenia kalah tiga gol atau lebih dari Inggris pada pertandingan yang akan dilangsungkan pada Selasa malam ini. Hukuman bola rebound Setelah kritik publik mengemuka, termasuk dari manajernya tentang kiprahnya di lapangan, Gianluca Scamacca memberi jalan kepada Mateo Retegui di ujung serangan Azzurri. Meski demkikian Italia tampil kurang tajam dalam laga ketiganya itu. Baca jugaDigelar di Jerman, Ini 10 Stadion di Euro 2024 Kenyataannya, tim Kroasia asuhan Zlatko Dalic segera mengambil kendali penguasaan bola pada menit-menit awal pertandingan. Dalam sejumlah momentum, serangan lawan memaksa Gianluigi Donnarumma melakukan aksi brilian untuk menyelamatkan gawangnya. Penyelamatan pertama sudah harus dilakukan saat pertandingan baru berjalan lima menit, ketika Luka Sucic berusaha menjebol gawang dengan tendangan jarak jauh. Namun, meski bertubi-tubi melakukan serangan untuk menghasilkan poin penuh, peluang emas terbukti sulit didapat oleh The Checkered Ones. Tim asuhan Dalic mampu mengatasi umpan-umpan lemah Italia, dengan sesekali melakukan improvisasi serangan melalui bintang mereka, Modric. Namun satu umpan silang menakjubkan dari Nicolo Barella di menit ke-27 seharusnya bisa menghasilkan gol pembuka, karena maestro Inter Milan itu mampu mengontrol bola dari tendangan sudut sebelum menyodorkannya ke rekan setimnya di Nerazzurri. Alessandro Bastoni. Bek tengah ini sama sekali tidak terkawal dan punya waktu untuk mengambil posisi terbaik sisi Dominik Livakovic. Namun sundulannya terlalu ke tengah, dan kiper Kroasia itu melakukan penyelamatan bagus untuk mengarahkan bola melewati mistar. Pemain nomor satu Kroasia itu mendapatkan penilaian sempurna di babak pertama termasuk mampu menahan tendangan mendatar Lorenzo Pellegrini di menit ke-36 - yang mengarah ke sudut jauh. Hingga babak pertama selesai, tidak ada gol yang tercipta bagi kedua tim. Kedua manajer merespons penampilan minim peluang di babak pertama dengan satu perubahan saat turun minum. Davide Frattesi dimasukkan menggantikan Pellegrini, sementara Mario Pasalic digantikan Ante Budimir. Rupanya perubahan yang dilakukan Kroasia membuahkan hasil yang diinginkan dengan hidupnya serangan-serangan mereka. Tujuh menit memasuki babak kedua, tendangan Andrej Kramaric membentur lengan Frattesi, yang membuat Danny Makkelie menunjuk titik putih setelah memeriksa monitor VAR. Namun tendangan penalti yang diambil oleh Modric bisa digagalkan oleh Donnarumma. Penjaga gawang Paris Saint-Germain bergerak ke kiri dan menyelamatkan upaya lemah Modric. Serangan Kroasia tetap mengalir pasca kegagalan penalti itu. Sejurus kemudian Budimir melakukan tembakan yang kemudian digagalkan melalui penyelamatan luar biasa jarak dekat Donnarumma. Namun adalah Modric yang beruntung ada di sana untuk melepaskan kembali tembakan ke gawang dari bola rebound untuk sepotong penebusan sekaligus mencatatkan goresan sejarah. Pada usia 38 tahun 289 hari, Modric menjadi orang tertua yang pernah mencetak gol di Kejuaraan Eropa, meskipun rekor itu hanya akan bertahan selama Cristiano Ronaldo tidak mencetak gol di Jerman. Kedudukan 1-0 bertahan hingga hampir pertandingan usai. Kroasia mengalami kesulitan di fase akhir pertandingan. Mereka selamat dari ancaman serius Italia di menit ke-87, ketika Josip Stanisic melakukan upaya yang cukup sigap untuk mencegah pemain pengganti Scamacca menangkap bola dari Federico Chiesa di menit ke-6 tambahan waktu. Italia mendapat tambahan waktu delapan menit untuk mengamankan kuncian Kroasia. Saat pasukan Dalic berusaha terus bertahan di sisa-sisa laga, Riccardo Calafiori memberikan umpan kepada Zaccagni di sisi kiri. Tendangan first-time indah pemain Lazio itu akhirnya mengubah keadaan dan posisi timnya yang hampir tumbang. Italia pun berhak lolos ke babak 16 besar menemani Spanyol sang pemuncak klasemen grub B. Pemain Bintang Siapa yang layak dijadikan bintang lapangan pertandingan Kroasia vs Italia? Tidak banyak yang bisa dilakukan Donnarumma mengenai rebound Modric, meski sang kiper termasuk pemain cemerlang yang banyak menyelamatkan gawang timnya, Italia. Tetapi pemenang Euro 2020 itu lebih dari sekadar mendapatkan acungan jempol, dengan melakukan tiga penyelamatan penting untuk menggagalkan kemenangan yang sangat dibutuhkan Kroasia. Masuk 3 Nominasi, Jungkook BTS Akan Tampil di MTV Europe Music Awards (EMAs) 2023 di Paris Dari penalti pemain Real Madrid Modric, tendangan jarak dekat Budimir sesaat sebelum gol pembuka Modric, dan tembakan Sucic pada menit kelima, Donnarumma tampil luar biasa di bawah mistar gawang ketika Italia sangat membutuhkannya. Mamun sebuah teriakan saat momentum krusial diannti-nantikan banyak ditujukan kepada Zaccagni sang pencetak gol penentu, dan juga Calafiori, yang memberinya umpan. Sebagai runner-up Grup B, Italia akan melawan Swiss di babak 16 besar. Swiss kini menempati posisi kedua Grup A – dan jika keajaiban terjadi dari hasil pertandingan Slovenia vs Inggris, maka Kroasia bisa menghadapi pemenang Grup E atau juara Grup F Portugal di babak sistem gugur.(PWK) Editor: purwoko