Lebih lanjut Al-Shalhoub melaporkan bahwa pusat 911 di wilayah Makkah telah menerima total 78.872 panggilan pada tanggal 10 Thul Hijjah, yang mencakup laporan keamanan dan pertanyaan layanan, yang semuanya segera ditangani.
Dia menyoroti pemantauan ketat yang dilakukan kepemimpinan Saudi terhadap semua sektor keamanan, dan mencatat peningkatan berkelanjutan dalam kinerja mereka setiap tahun.
“Personel keamanan kami menjadi teladan dalam memenuhi tugas mereka dan memfasilitasi perjalanan haji bagi jamaah,” tutupnya.
Sementara itu, Ayedh Al-Ghuwainem, Wakil Menteri Haji dan Umrah Urusan Haji mengatakan bahwa rencana dan upaya organisasi dilaksanakan selaras dengan semua lembaga haji yang berpartisipasi.
“Proses rajam berlangsung dengan aman dan tenang hanya dalam waktu sepuluh jam, mencapai tingkat kepatuhan 95 persen terhadap instruksi,” katanya.
Dia lebih lanjut menambahkan bahwa rencana tersebut dirancang untuk mengakomodasi beragam preferensi yurisprudensi jamaah dengan menggunakan teknologi modern dan jadwal pengelompokan jamaah yang telah direncanakan sebelumnya.
Al-Ghuwainem menyatakan bahwa lebih dari 800.000 jamaah telah tiba di Mina sebelum fajar pada hari Minggu, dan pada jam 8 pagi, semua jamaah telah sampai di Mina.
Setibanya di Jembatan Jamarat, sekitar 70 persen jamaah menggunakan lantai satu dan empat, sedangkan sisanya melalui lantai dua dan tiga, menurut wakil menteri.
Apalagi, hingga saat ini sudah lebih dari 850.000 jamaah yang melaksanakan tawaf ifadah sejak tengah malam menggunakan layanan shuttle bus dari dan menuju Masjidil Haram, ujarnya.
Wakil menteri menambahkan bahwa tantangan yang mereka hadapi bersama dengan pihak berwenang terkait adalah sebagian besar jamaah lebih memilih berjalan kaki, meskipun semua kampanye kesadaran dan ketersediaan semua sarana transportasi telah dilakukan.
Ia juga menghimbau para jamaah untuk mengikuti instruksi tersebut. (ernawati)
Editor: Erna Djedi







